Protes Gaza, Ratusan Website Israel Diserang Hacker

Liputan6.com, Jakarta: Kelompok hacker Anonymous melancarkan serangan besar-besaran terhadap situs Israel sebagai aksi protes terhadap serangan militer di Gaza. Hampir 700 situs yang berkaitan dengan Israel diklaim telah di-hack.

Aksi tersebut dilancarkan lewat sebuah operasi serangan yang diberi nama #OpIsrael. Para hacker dilaporkan telah meng-hack ratusan website mulai dari situs pemerintah Departemen Luar Negeri hingga pariwisata lokal.

Ada sekitar 658 daftar situs sipil Israel yang diklaim telah di-hack Anonymous. Daftar tersebut diumumkan di situs berbagi file, PasteBin. Sebagian besar adalah subdomain dari situs yang sama. Namun ketika dicek secara acak, sebagian besar web masih bisa diakses.

Sementara itu menurut The Jerusalem Post yang dikutip Minggu (18/11/2012), beberapa diantaranya menampilkan gambar dan pesan pro-Palestina. Salah satu situs ada yang halaman depannya diganti dengan gambar seorang pria yang mengenakan keffiyeh Palestina, dengan pesan bertuliskan:“Serangan ini sebagai tanggapan terhadap ketidakadilan terhadap rakyat Palestina”.

The Times of Israel melaporkan bahwa Anonymous juga meng-hack situs American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) dan blog resmi Israeli Defence Force (IDF) tetapi tampaknya kurang berhasil.

Pada hari Sabtu lalu, Anonymous mengklaim telah menghapus database situs Kementerian Luar Negeri Israel, mashav.mfa.gov.il. Menurut iTnews, situs MFA memang down dan menampilkan error koneksi database, namun belum ada konfirmasi resmi terkait serangan ini.

Menanggapi ancaman Israel untuk mengisolasi Jalur Gaza dari internet, Anonymous memberikan paket informasi yang dinamakan “Gaza Care Package”, berupa instruksi bagi warga Gaza tentang cara alternatif berkomunikasi jika sambungan internet dan telekomunikasi di sana diputus.

Anonymous menyatakan serangan ini bukan berarti mereka mendukung kekerasan yang dilakukan Israeli Defense Force (IDF) ataupun Palestinian Resistance (Hamas). Aksi #OpIsrael semata-mata agar rakyat di Gaza tetap bisa mendapatkan jalur komunikasi terbuka dengan dunia luar.

Langkah-langkah yang disarankan seperti menggunakan dial-up, Nintendo DS, akses satelit dan jaringan nirkabel, agar bisa tetap terhubung jika Israel mengisolasi Gaza dari Internet. “Jika Anda memiliki teman di Gaza yang masih memiliki telepon, tetapi membutuhkan internet, berikan nomor dial-up dan instruksi ini: http://pastebin.com/6dYQruHu” , demikian bunyi tweet Anonymous.

Sumber : http://tekno.liputan6.com/read/455481/protes-gaza-ratusan-website-israel-diserang-hacker

By Asmi Akbar
Sampingan

10. Arsenal 2003-04 (49 Laga)

Arsenal pada 2003/04 menyusul jejak Preston North End lebih dari seabad silam sebagai tim yang mampu menyudahi satu musim top flight Liga Inggris tanpa sekali pun menderita kekalahan, sekaligus merengkuh predikat The Invincibles.
Trofi Premier League musim itu pun diamankan pasukan Arsene Wenger, yang ketika itu masih bermarkas di Stadion Highbury.

Unbeaten run yang sudah dimulai sejak dua partai jelang penutupan 2002/03 itu dilanjutkan The Gunners sampai pekan kesembilan ‘04/05, alias menyentuh 49 laga. Sayang, niatan untuk menggenapkan catatan tersebut menjadi 50 partai pupus setelah mereka ditumbangkan rival berat, Manchester United, 2-0 di Old Trafford.

9. Juventus 2011-12 (49 Laga).


Datang menggantikan Ciro Ferrara sebagai pelatih Juventus, Antonio Conte langsung mempersembahkan scudetto pada musim 2011/12 lalu alias musim debutnya bertugas di Turin.
Hebatnya, titel pertama Si Nyonya Tua pasca-calciopoli itu dibukukan dengan status tak terkalahkan sepanjang musim — total 39 laga ditambah satu partai terakhir Ferrara yang berkesudahan 2-2 kontra Napoli pada pekan pamungkas 2010/11.

Tanpa kehadiran Conte — yang pada Agustus lalu divonis bersalah dalam kasus scommessopoli karena tidak melaporkan upaya pengaturan skor sewaktu membesut Siena — di tepi lapangan, Bianconeri ternyata tetap mampu tampil gemilang dan menjaga rekor tak terkalahkan hingga giornata 10 musim ini.

Namun, Juve akhirnya tersandung juga. Pada pekan ke-11, mereka dipaksa menyerah 3-1 oleh seteru abadi, FC Internazionale, di Juventus Stadium.
8. Ajax 1994-96 (52 Laga)

 
Golden generation era 1990-an, dengan nama-nama seperti Edwin van der Sar, De Boer bersaudara, Clarence Seedorf, Marc Overmars, hingga Patrick Kluivert adalah salah satu skuat terbaik yang pernah dimiliki Ajax Amsterdam.Selain berkuasa di Eredivisie dengan tiga gelar berurutan (1994, 1995, 1996), tim arahan Louis van Gaal juga meraih kejayaan di pentas Eropa dengan menjuarai Liga Champions 1994/95 — titel keempat sepanjang sejarah Ajax.Torehan tak terkalahkan sebanyak 52 partai di liga domestik melengkapi kegemilangan De Godenzonen alias Putra-Putra Dewa pada periode ini. Adalah tuan rumah Willem II yang akhirnya menyetop laju Ajax dengan membukukan kemenangan tipis 1-0 pada 14 Januari 1996.

7. FC Porto 2010-12 (55 Laga)


Bertahan lebih dari dua dekade, rekor Benfica sebagai tim dengan rangkaian tak kalah terpanjang di Liga Portugal nyaris saja disamakan oleh Porto. Rentetan tak terkalahkan Os Dragoes bermula pada Maret 2010, waktu kendali tim masih dipegang Jesualdo Ferreira.Catatan bagus berlanjut ketika tongkat kepelatihan diambil alih Andre Villas-Boas, sosok yang kini menukangi Tottenham Hotspur di Liga Primer Inggris, pada 2010/11. Di musim itu, sang bos muda mempersembahkan empat gelar, termasuk Liga Europa, sebelum hengkang ke Chelsea.Streak sudah menyentuh 55 laga kala tim, di bawah asuhan pelatih terkini, Vitor Pereira, bertandang ke markas Gil Vicente pada pekan ke-17 Primeira Liga musim kemarin. Kalau seri saja dalam partai ini, maka rekor Benfica akan disetarakan Porto. Sayang, mereka justru takluk dengan skor 3-1

6. Penarol 1966-69 (56 Laga)


1960-an pantas dianggap sebagai periode keemasan Penarol. Tujuh titel liga, tiga Copa Libertadores, serta dua Piala Interkontinental mereka caplok pada dekade ini.Selain trofi, pencapaian mentereng lain yang juga diukir Penarol adalah rekor tak terkalahkan di Liga Uruguay sebanyak 56 pertandingan yang membentang selama tiga tahun, sejak September 1966 sampai September 1969.Torehan impresif tim berjulukan Carboneros alias Si Penambang Batu Bara ini dipastikan berakhir setelah mereka dibekuk Liverpool Montevideo dua gol tanpa balas.

5. Benfica 1976-78 (56 Laga)

Di bawah arahan pelatih asal Inggris, John Mortimore, Benfica mengukuhkan diri sebagai pemegang rekor tak terkalahkan sepanjang sejarah di Liga Portugal.
Diperkuat bintang-bintang Seleccao era tersebut, seperti Fernando Chalana, Humberto Coelho, Toni, Nené, Manuel Bento, Shéu, João Alves, dan Minervino Pietra, Os Aguias tak terhadang dalam 56 duel.

Streak ciamik Benfica, yang diawali sejak Oktober 1976, baru terhenti pada akhir 1978. Mereka takluk 1-0 saat melawat ke markas musuh besar, FC Porto.

4. AC Milan 1991-93 (58 Laga):

Tim Milan asuhan Arrigo Sacchi yang mencaplok dua titel Piala Champions berurutan pada 1989 dan 1990 punya julukan “The Immortals”, sedangkan skuat pimpinan Fabio Capello dengan rengkuhan tiga scudetto konsekutif antara 1992 dan 1994, juga Liga Champions 1993/94, dilabeli “The Invincibles”.
Alasannya sudah jelas, Rossoneri di bawah arahan Don Fabio mengemas rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah Serie A, setotal 58 pertandingan, di periode Mei 1991 sampai Maret 1993.

Bermaterikan pemain yang tak banyak berubah dibandingkan era Sacchi, termasuk trio Belanda Frank Rijkaard, Ruud Gullit, dan Marco van Basten, Capello menyempurnakan Milan dengan menambahkan detail kecil yang diperlukan.

“Capello sangat baik dalam melanjutkan pekerjaan yang dimulai Sacchi dan menambahkan hanya kepingan-kepingan kecil untuk melengkapi mosaik yang sempurna,” demikian ucap mantan anak buah Capello yang kini menukangi Parma, Roberto Donadoni.

Adapun tim yang mengakhiri rekor imbattuta Milan besutan Capello adalah Parma, yang membawa pulang kemenangan 1-0 dari San Siro pada giornata 23 musim 1992/93 berkat gol tunggal Faustino Asprilla.

3. Boca Juniors 1924-27 (59 Laga):

Boca Juniors dua kali menorehkan rekor tak terkalahkan di Primera Division Argentina, yakni saat kompetisi masih berstatus amatir dan ketika sudah memasuki era profesional.Catatan paling istimewa adalah yang pertama, dibuat pada 1924 hingga 1927, ketika mereka tak terbendung dalam 59 laga. Setelah ditumbangkan Huracan 2-0 pada akhir Maret 1924, Boca baru mengecap kekalahan lagi lebih dari tiga tahun berselang. Adalah tuan rumah Lanus yang menyetop rekor Boca dengan kemenangan 2-1 pada Juni 1927..Di era profesional, Boca, yang kini tercatat sebagai salah satu tim dengan koleksi titel terbanyak di dunia, juga sempat mengemas unbeaten streak lagi, sebanyak 40 pertandingan, pada 1998 sampai 1999.

2. Celtic 1915-17 (62 Laga):

Di tangan pelatih pertama Willie Maley, Celtic mencetak unbeaten streak yang hingga sekarang masih tercatat sebagai rekor di seantero Britania Raya. Pada rentang November 1915 sampai April 1917, The Hoops tak pernah mengecap kekalahan dalam 62 partai, termasuk di antaranya dua laga yang dimainkan dalam sehari, yakni melawan Raith Rovers FC (Celtic menang 6-0) dan Motherwell (3-1).Patsy Gallagher serta Jimmy “Napoleon” McMenemy mencuat sebagai bintang dalam skuat Celtic generasi ini. Tim juga diperkuat oleh Alec “The Icicle” McNair, yang sampai saat ini masih berstatus kolektor penampilan terbanyak untuk klub sebanyak 604 laga.

1. Steaua Bucuresti 1986-89 (104 Laga)

Sumber : http://www.unikgaul.com/2012/11/10-rekor-klub-sepakbola-tak-terkalahkan.html#ixzz2CaG7bBdJ

10 Rekor Klub Sepakbola Tak Terkalahkan

By Asmi Akbar

Daftar Trophy Manchester United

 

 

Premier League

1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965, 1967, 1993, 1994, 1996, 1997, 1999, 2000, 2001, 2003, 2007, 2008, 2009, 2011

FA Cup

1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004

Football League Cup

1992, 2006, 2009, 2010

FA Charity / Community Shield

1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965, 1967, 1977, 1983, 1990, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2010

UEFA Champion League

1968, 1999, 2008

FIFA Club World Cup

2008

UEFA Super Cup 

1991

EUROPEAN Cup Winners

1991

 
 
 
By Asmi Akbar

Skuad Manchester United 2012/2013

GOALKEEPERS / Penjaga Gawang

  • Anders Lindegaard
  • Sam Johnstone
  • David De Gea

DEFENDERS / Pemain Belakang / Pemain Bertahan

  • Chris Smalling
  • Nemanja Vidic
  • Rio Ferdinand
  • Jonny Evans
  • Frederic Veseli
  • Scott Wootton
  • Michael Keane
  • Tom Thorpe
  • Tyler Blackett
  • Marnick Vermijl
  • Rafael
  • Phil Jones
  • Patrice Evra

MIDFIELDERS / Gelandang / Pemain Tengah

  • Luis Antonio Valencia
  • Michael Carrick
  • Nani
  • Tom Cleverley
  • Ryan Giggs
  • Davide Petrucci
  • Ryan Tunnicliffe
  • Shinji Kagawa
  • Nick Powell
  • Anderson
  • Darren Fletcher
  • Paul Scholes
  • Ashley Young
  • Robert Brady
  • Larnell Cole
  • Jesse Lingard

FORWARDS / Striker / Penyerang / Pemain Depan

    • Robin Van Persie
    • Javier Hernandez
    • Danny Welbeck
    • Federico Macheda
    • Joshua King
    • Dimitar Berbatov
    • Bebe
    • Will Keane
    • Wayne Rooney
 
By Asmi Akbar

Fakta – fakta Manchester United

10. Cikal bakal Manchester United terbentuk pada tahun 1878 dari sebuah tim bernama Newton Heath LYR (Lancashire and Yorkshire Railway) yang pemainnya terdiri dari para pekerja di depot kereta api tersebut. Tim itu mengganti nama menjadi Newton Heath Football Club di tahun 1892 dan berkandang di Bank Street. 

Nama Manchester United sendiri baru resmi dipakai sejak 26 April 1902 dan merupakan hasil dari pertemuan dewan direktur baru yang diketuai oleh John Henry Davies pada saat itu. Sebelumnya nama yang sempat diusulkan adalah Manchester Central, dan juga Manchester Celtic. Hingga akhirnya Louis Rocca mengusulkan nama Manchester United yang kemudian diterima oleh mereka yang hadir.

9. Old Trafford resmi menjadi markas baru Manchester United pada musim 1909-10 yang berawal saat ketua United saat itu John Henry Davies membeli tanah senilai £60 ribu. Ia kemudian meminta arsitek Archibald Leitch untuk merancang stadion itu dengan anggaran sebesar £30 ribu untuk pembangunannya. 

Rencana awal menunjukkan kalau stadion tersebut akan mampu menampung lebih dari 100 ribu penonton, walau hingga akhirnya saat ini kapasitas resminya tercatat bagi 76.212 penonton. Pertandingan pertama di Old Trafford terjadi pada 19 Februari 1910 melawan Liverpool yang dimenangkan The Reds dengan skor 3-4. Seorang legenda United Sir Bobby Charlton memberi stadion tersebut julukan Theatre of Dreams (Teater Impian).

8. Pada tahun 1902, Newton Heath F.C nyaris mengalami kebangkrutan dan terancam untuk dibubarkan selamanya. Namun klub itu mendapatkan suntikan dana dari John Henry Davies yang saat itu menjadi direktur di Manchester Breweries. Semua berawal saat kapten tim Harry Stafford membawa anjing Saint Bernard-nya yang bernama Major ke sebuah acara pengumpulan dana. Anjing tersebut dikalungi sebuah kotak untuk tempat bagi para tamu memberikan sumbangan mereka. Namun setelah acara berakhir, Major malah hilang. 

Stafford yang pergi mencari anjingnya kemudian menemukannya tengah bersama Davies. Keinginan Davies untuk membeli Major bagi putrinya ditolak oleh Stafford. Pemain itu akhirnya malah berhasil membujuk Davies untuk menanamkan uang sebesar £500 yang dapat membantu situasi finansial Newton Heath pada waktu itu. Sesudahnya Davies kemudian ditunjuk sebagai ketua baru dan hal itu menjadi titik balik dimulainya era Manchester United.

7. Rekor kemenangan terbesar yang dicetak oleh Setan Merah terjadi pada 26 September 1956 saat melawan Anderlecht di putaran kedua babak penyisihan Piala Eropa dengan skor akhir 10-0. Namun pertandingan itu diadakan di Maine Road yang notabene merupakan kandang rival sekota Manchester City. Sedangkan rekor kekalahan terbesar bagi United terjadi dengan skor 0-7 yang dialami sebanyak tiga kali. Hal itu terjadi ketika melawan Blackburn Rovers (10 April 1926), Aston Villa (27 Desember 1930), dan Wolverhampton Wanderers (26 Desember 1931).

6. Para pemain United di musim 1993-94 sempat merekam sebuah lagu yang berjudul Come On You Reds. Lagu tersebut dijual bagi umum sejak 25 April 1994, empat minggu sebelum berlangsungnya final Piala FA 1994 antara United dan Chelsea. Lagu tersebut kemudian berhasil menduduki peringkat teratas di jenjang tembang lagu di Inggris selama dua minggu dan bertahan secara total selama 15 minggu dalam jenjang tembang itu. Pertandingan final Piala FA itu sendiri berakhir bagi kemenangan United dengan skor 4-0.

5. United sempat menjadi perusahaan publik yang sahamnya diperjualbelikan secara bebas di Bursa Efek London sejak tahun 1991. Pada saat pertama kali sahamnya dicatatkan, United diperkirakan bernilai sebesar £47 juta. Semuanya kemudian berakhir pada 16 Mei 2008 saat Keluarga Glazer mengambil alih kepemilikan klub setelah berhasil memiliki 75 persen saham United. 

Pada waktu itu, total nilai United telah melambung menjadi £800 juta. Tindakan Keluarga Glazer itu membuat sebagian suporter United melakukan protes keras dan sebagian dari mereka akhirnya membentuk klub sepakbola baru yang diberi nama FC United of Manchester yang kini bermain di tingkat keenam liga sepakbola Inggris.

4. Pemain yang paling banyak bermain mengenakan seragam merah United adalah Ryan Giggs yang hingga sekarang telah tampil sebanyak 781 kali. Giggsy melewati rekor yang dipegang oleh Sir Bobby Charlton sebelumnya dengan bermain di final Liga Champions 2008 yang berlangsung di Luzhniki Stadium, Moskwa. Walau demikian, Charlton masih belum bisa dilewati untuk urusan mencetak gol. 249 gol yang dicetaknya masih bertahan sebagai rekor hingga sekarang. 

3. Fred The Red yang kini menjadi maskot Manchester United bukanlah maskot pertama yang dimiliki klub itu. Selama tiga tahun dari 1906 hingga 1909, maskot United adalah seekor kambing yang diberi nama Billy. Selain tampil berkeliling di lapangan saat pertandingan kandang, Billy juga ternyata ikut bersama para pemain saat mereka pergi minum. Nasib tragis menimpa Billy ketika para pemain merayakan kemenangan mereka di final Piala FA 1909 melawan Stoke City. Di perayaan tersebut, sang kambing meminum terlalu banyak champagne yang berakibat fatal karena kemudian ia tewas karena keracunan alkohol.

2. Dari urusan prestasi, musim 1998-1999 bisa menjadi puncak bagi United karena pada musim itu mereka berhasil merengkuh Treble, yaitu juara di Liga Primer, merebut Piala FA, dan memenangkan Liga Champions dalam waktu sebelas hari. Liga Primer dimenangkan Setan Merah di hari terakhir musim itu dengan mengalahkan Tottenham Hotspur 2-1. Piala FA kemudian diraih dengan menggebuk Newcastle United 2-0. 

Bagian terakhir dari Treble itu terjadi di stadion Nou Camp saat United berhadapan dengan Bayern Muenchen di final Liga Champions. FC Hollywood telah unggul 1-0 dan pertandingan telah memasuki waktu tambahan selama tiga menit. Teddy Sheringham kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1, dan tak lama kemudian Ole Gunnar Solskjaer mencetak gol penentu kemenangan United. Hal itu membuat pihak panitia harus melepas lagi pita dengan warna tim Muenchen yang telah dipasang di piala dengan pita milik United.

1. Salah satu bagian sejarah terpenting dalam sejarah United terjadi pada 6 Februari 1958 saat terjadinya kecelakaan pesawat di Munich. United waktu itu baru saja selesai bertanding di Belgrade melawan klub Yugoslavia Red Star Belgrade. Dalam perjalanan pulang ke Manchester, pesawat yang disewa berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar. Setelah selesai, pesawat sempat batal terbang selama dua kali di tengah cuaca yang turun salju dengan lebat. Akhirnya pada percobaan terbang yang ketiga, pesawat kembali gagal untuk terbang, tergelincir keluar dari landasan dan menabrak sebuah rumah yang membuat pesawat meledak. 

Secara total ada 23 korban meninggal dari kecelakaan tersebut, dan delapan diantaranya adalah para pemain yang tergabung dalam The Busby Babes. Manajer saat itu Matt Busby mengalami cedera parah dan bahkan sudah dua kali diberikan sakramen perminyakan (bagi mereka yang sudah hampir meninggal) oleh pastur. Busby akhirnya keluar dari rumah sakit 11 hari kemudian dan membangun kembali tim yang hancur itu dan mencapai puncaknya dengan memenangkan Piala Eropa untuk pertama kalinya di tahun 1968.

By Asmi Akbar

Kemenangan dan Kekalahan Terbesar Manchester United

Menjadi salah satu yang terbaik di Inggris, perjalanan Manchester United sebagai sebuah klub tak lepas dari masa suram. Berikut daftar kekalahan terbesar “Setan Merah”.

Kita harus menengok jauh ke belakang untuk menyaksikan kekakahan terbesar yang pernah didapat MU. Tepatnya pada tahun 1932, The Red Devils menelan kekalahan menyesakkan saat dipecundangi Wolverhamton Wonders dengan skor 0-7 dalam laga di Divisi II di kandang lawan.

Wolverhampton bukan satu-satunya kelub yang bisa menang dengan selisih tujuh gol atas MU karena “Si Merah” dari Manchester itu total tiga kali menelan kekalahan dengan hasil serupa. Dua pertandingan lain di mana mereka kalah dengan skor 0-7 adalah saat bertandang ke Blackburn Rovers di musim 1925/26 dan ketika melawat ke Aston Villa di tahun 1930/31.

Kekalahan terbesar kedua yang pernah dirasakan MU adalah dengan skor 7-1. Tercatat ada enam klub yang pernah menorehkan hasil tersebut yakni Stoke City, Liverpool, Burnley, Aston Villa, Newcastle United dan Charlton Athletic. 

Kekalahan atas The Magpies bisa jadi yang paling kelam karena itu terjadi di Stadion Old Trafford pada musim kompetisi 1927/28. Hasil tersebut akhirnya menjadi kekalahan terbesar MU di kandang sendiri hingga kini.

Sementara untuk kemenangan terbesar yang pernah didapat, “Setan Merah” sempat membawa pulang hasil 10-0 saat menghadapi Anderlecht di leg kedua babak kualifikasi Piala Champions musim 1956/57. Sementara di kompetisi lokal, skor kemenangan terbesar MU adalah 10-1 saat menghadapi Wolverhampton Wanderers dalam pertandingan Divisi I musim 1892/93.

Setelah Liga Inggris memasuki era Premier League, MU juga sempat meraih kemenangan luar biasa. Tepatnya pada musim 1994/95 saat menjamu Ipswich Town di Theater of Dreams, MU memaksa pulang tamunya dengan kekalahan 9-0.

Kemenangan Terbesar MU
10-0 vs Anderlecht — Leg kedua babak penyisihan Liga Champions (1956/57)
10-1 vs Wolverhampton Wanderers — Divisi I Liga Inggris (1892/93)
9-0 vs Walsall — Divisi II Liga Inggris (1894/95)
9-0 vs Darwen — Divisi II Liga Inggris (1898/99)
9-0 vs Ipswich Town — Premiership (1994/95)

Kekalahan Terbesar MU
0-7 vs Blackburn Rovers — Divisi I Liga Inggris (1925/26)
0-7 vs     Aston Villa — Divisi I Liga Inggris (1930/31)
0-7 vs Wolverhampton Wanderers — Divisi II Liga Inggris (1931/32)
1-7 vs Stoke City — Divisi I Liga Inggris (1892/93)
1-7 vs Liverpool — Divisi II Liga Inggris (1895/96)

By Asmi Akbar

Manchester United – Glory Glory Man United Lyrics

Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching on on on!

Just like the busby babes in days gone by,
We’ll keep the red flags flying high,
Your gonna see us all from far and wide,
Your gonna hear the masses sing with pride.

United, Man united,
We’re the boys in red and we’re on our way to Wembley!

Wembley, Wembley,
We’re the famous Man united and we’re going to Wembley,
Wembley, Wembley,
We’re the famous Man united and we’re going to Wembley

In Seventy-Seven it was Docherty
Atkinson will make it Eighty-Three
And everyone will no just who we are,
They’ll be singing que sera sera

United, Man united,
We’re the boys in red and we’re on our way to Wembley!

Wembley, Wembley,
We’re the famous Man united and we’re going to Wembley,
Wembley, Wembley,
We’re the famous Man united and we’re going to Wembley

Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching on on on!

Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching on on on!

Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
Glory glory Man united,
As the reds go marching on on on!

By Asmi Akbar

Peran Supersub, dan Sejarahnya dalam Sepakbola

Apakah peran sebagai seorang supersub bisa dibanggakan? Sebagian dari kita pasti masih ingat dengan seseorang yang kini menjadi legenda hanya dari statusnya sebagai supersub alias ‘pemain pengganti super’, Ole Gunnar Solskjaer.

Supersub Solksjaer
Solksjaer – legenda supersub…

“You can still make a big impact even if you’re not a first-team regular” -Solskjaer.

Lalu, sejak kapan seorang pemain pengganti mulai diperhitungkan dalam sepakbola? Tentu saja ada sejarahnya.

Sejarah Pemain Pengganti dalam Sepakbola

Ternyata baru sekitar 60 tahun yang lalu, peraturan tentang adanya seorang pemain pengganti mulai diperkenalkan.

Dalam pertandingan resmi, pemain pengganti pertama dalam sejarah adalah Horst Eckel. Dia bermain untuk Jerman dalam kualifikasi Piala Dunia 1954 melawan Saarland, sebuah negara kecil yang sekarang sudah tidak ada lagi.

Di Liga Inggris, peraturan tentang adanya pemain pengganti baru dipakai sejak musim 1965-66. Selama 2 tahun sejak peraturan ini diperkenalkan, sebuah tim hanya boleh mengganti pemainnya sebanyak satu kali, kecuali jika ada yang cedera. Baru pada musim 1967-68, pergantian pemain karena alasan taktik diperbolehkan.

Pemain pengganti pertama dalam sejarah Liga Inggris adalah Keith Peacock (Charlton, vs Bolton), dia menggantikan kiper Mike Rose yang mengalami cedera 10 menit sebelum pertandingan bubar.

Sejak pergantian pemain mulai diperkenankan pada pertengahan abad 20, pemberdayaan seorang pemain pengganti berkembang menjadi analisa taktik yang menarik. Kapan dan siapa pemain yang tepat untuk menjadi menjadi pengganti, menjadi salah satu kunci kemenangan yang harus diperhitungkan.
(Baca juga: ‘Riset taktik Pergantian Pemain‘)

Seorang pemain dengan stamina yang lebih segar dan bisa merubah pertandingan seringkali menjadi senjata rahasia di sisa waktu permainan. Itulah mengapa harus ada super substitute alias pengganti super.

Awal Kemunculan Supersub

Awalnya, istilah supersub muncul sebagai julukan untuk pemain Liverpool yang bermain pada era 1970-80-an, David Fairclough. Di musim debutnya, Fairclough membukukan 14 penampilan, 9 diantaranya sebagai pemain pengganti. Dia mencetak 7 gol krusial di menit akhir pertandingan yang membuat Liverpool sukses memuncaki klasemen Liga Inggris kala itu. Secara total selama karirnya di Liverpool, Fairclough mencetak 20 gol dari perannya sebagai pemain pengganti.

Ole Gunnar Solskjaer

Ketika bicara supersub, rasanya tidak berlebihan menyebut nama Solskjaer sebagai maskot dalam peran yang unik ini. Jika bukan yang terbaik, setidaknya Solskjaer adalah supersub yang layak dikenang.

Solskjaer telah mencetak 29 dari total 126 golnya untuk United dari perannya sebagai pemain pengganti. Tore Andre Flo juga dikenal menjadi supersub bagi pendukung Chelsea karena 13 golnya sebagai pemain pengganti.

Namun lebih dari siapapun, Solskjaer punya banyak momen yang mengidentikkan dirinya sebagai seorang supersub. Gol debutnya untuk United, terjadi 6 menit setelah dia masuk sebagai pemain pengganti (vs Blackburn, 1996). Begitu pula dengan gol terakhirnya untuk United, terjadi 6 menit setelah masuk sebagai pemain pengganti melawan musuh yang sama!

Musim 1998-99 adalah penahbisan peran supersub yang mengagumkan bagi Solskjaer. Dalam pertandingan liga melawan Nottingham Forest, penyerang berwajah bayi ini mencetak 4 gol dalam rentang 10 menit ketika baru saja masuk sebagai pemain pengganti. Dan puncaknya, semua orang tahu tentang cerita sang supersub Solskjaer di final Liga Champions 1999…

Kisah Sensasional Gedo 

supersub shirt

Di Benua Afrika, seorang pemain bernama Mohamed Nagy alias Gedo adalah pahlawan supersub bangsa Mesir. Kisahnya di Piala Afrika 2010 sangat unik: Dalam 6 pertandingan tidak pernah menjadi starter, selalu menjadi pemain pengganti, namun menjadi topskor turnamen dengan 5 gol. Seluruh gol dicetaknya di atas menit ke-80, termasuk gol ke-5 yang mengantarkan Mesir menjadi juara!
….
….

Jadi, sepakbola memang permainan tim. Untuk memenangkan pertandingan, tidak cukup dengan hanya mengandalkan pemain terbaik. Tidak ada seorangpun pemain yang bisa tampil konsisten. Dengan tim yang baik, skuad yang baik, seorang manager punya pilihan untuk menjalankan ‘plan B’. Dan, senjata terbaik dalam ‘plan B’ adalah: menggunakan seorang supersub.

By Asmi Akbar

Daftar 10 negara dengan Supporter sepak Bola paling Fanatik

Banyak yang bilang kalau supporter adalah pemain ke 12 dalam suatu tim Sepak bola. Hal ini memang bukan tanpa alasan, karna supporter adalah elemen yang selalu memberikan suntikan semangat dan motivasi bagi para pemain yang sedang berlaga. Oleh karna itu maka tak heran jika kemenangan suatu tim biasanya lebih banyak diraih di kandang sendiri.

Para supporter sepak bola itu sangat total dalam mendukung tim kesayangan mereka, bahkan tak jarang ada yang sampai mau berkorban nyawa hanya untuk mendukung tim kesayanganya. hampir semua supporter di seluruh dunia ini pasti mempunyai rasa loyal dan fanatik, tapi tahukah kamu supporter dari negara manakah yang mendapat predikat sebagai supporter sepak bola paling fanatik,?

berikut adalah daftar 10 supporter sepak bola paling fanatik di Dunia (urutan dari yang terbawah) :

10.Jerman
Salah satu negara dengan sepak bola yang maju ini mempunyai banyak supporter yang sangat fanatik. Banyak supporter yang rela untuk berpetualang berkeliling negara jerman hanya untuk mengikuti tour musiman tim idola mereka. tingkat loyalitas mereka sangat tinggi, bahkan presentase rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 85%. basis supporter fanatik Jerman adalah Bayern Munich dan Hertha Berlin

9.Jepang
Semenjak sukses menyelenggarakan piala dunia 2002, animo masyarakat pada pertandingan sepakbola di jepang meningkat tajam. hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan rata-rata kepadatan stadion dari 80% menjadi 86,6%. Supporter jepang yang paling dikenal fanatik adalah supporter tim Gamba Osaka, mereka terkenal sebagai supporter yang berani mati demi untuk mendukung super Gamba.

8.Spanyol
Sebagai satu dari tiga negara utama sepak bola eropa, spanyol mempunyai tim-tim yang tangguh dan berkualitas, rivalitas yang tinggi antar tim juga berimbas pada makin meningkatnya tingkat loyalitas antar supporter tim. rata-rata kepadatan stadion di spanyol mencapai 87%. basis supporter fanatik di spanyol adalah valencia, Barcelona, Real Madrid, dan atletico Madrid

7.Belanda
Gaya sepak boal Total Football yang diterapkan di Belanda ternyata juga diimbangi dengan dukungan dukungan supporter sepakbola belanda yang sangat Total. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata kepadatan stadion yang mencapai 89%. dan Basis supporter fanatiknya adalah Ajax Amsterdam

6.Mexico
Salah satu kekuatan sepakbola benua amerika ini memang dikenal mempunyai banyak supporter fanatik. dan salah satu yang unk dari mereka adalah mereka selalu menampakkan identitas ke-Mexico-annya dalam mendukung tim kesayangan mereka. rata-rata kepadatan stadion mencapai 90%. Basis supporter fanatiknya adalah Chivas Guadalajara

5.Italia
Di Italia, fanatisme supporter memang sangat tinggi. supporter italia dikenal sebagai supporter yang keras, bahkan hampir tiap klub mempunyai supporter garis keras (ULTRAS), yang biasanya selalu total dalam mendukung tim. rata-rata kepadatan stadionpun mencapai 93%. basis supporter fanatiknya adalah Roma, Juventus, serta Milan dan Inter Milan

4. Brazil
Negara yang dikenal sebagai pemasok pemain sepakbola terbesar di Dunia ini adalah salah satu negara yang mempunyai supporter sepakbola yang fanatik. sudah tak terhitung berapa nyawa yang melayang karna tawuran antar supporter di liga Brazil. supporter Brazil dikenal sangat loyal pada tim. rata-rata kepadatan Stadion bahkan bisa mencapai 93%. Basis supporter fanatiknya adalah Sao Paolo FC

3.Indonesia
Boleh dibilang, inilah salah satu negara yang paling banyak menelan korban tawuran antar supporter di liga sepakbola. Rasa fanatisme yang berlebihan ini kadang justru berdampak negatif. Bahkan franz Beckenbauer pun sampai kaget setelah melihat video tawuran supporter Indonesia. Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai supporter terloyal. Dan hal itu dibuktikan dengan tingginya angka rata-rata kepadatan stadion di indonesia yang bisa mencapai 96 %. Basis supporter fanatik Indonesia adalah Persebaya, Persib, PSIS, Persipura, dan PSIM

2.Argentina
Loyalitas supporter Argentina dalam mendkung tim idola mereka memang tak perlu diragukan lagi. para supporter sudah menganggap kemenangan tim sebagai harga mati. maka tak heran jika mereka selalu total dalam mendukung tim mereka untuk memperoleh kemenangan. sama seperti Indonesia, di Argentina juga banyak terjadi perkelahian antar supporter yang menyebebkan korban jiwa. Tingkat rata-rata kepadatan stadion bise mencapai 97%. Basis suporter fanatiknya adalah River Plate dan Boca Junior

1.Inggris
Tak dapat dipungkiri lagi, Inggris lah negara dengan suporter paling fanatik di Dunia. para Supporter tak henti-hentinya menyanyikan lagu kebangsaan tim mereka sepanjang 90 menit untuk mendukung tim mereka. Bahkan di tingkat negara, Hooligan Inggris juga dikenal sebagai supporter paling fanatik. rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 99%. Dan basis supporter fanatik di Inggris adalah Liverpool dan Manchester United

By Asmi Akbar

Tragedi Munchen 1958

Tragedi München 1958 terjadi di Bandar Udara Munich-Riem, München, Jerman pada tanggal 6 Februari 1958. Kecelakaan terjadi ketika British European Airways Penerbangan 609 jatuh pada usaha ketiganya untuk lepas landas dari kubangan lumpur yang menyelimuti landasan.

Di dalam pesawat terdapat para pemain Manchester United yang bersinar kala itu , dijuluki “Busby Babes”, bersama dengan sejumlah pendukung dan wartawan. 20 dari 44 orang di pesawat tewas dalam kecelakaan. Yang terluka, beberapa di antaranya sudah tak sadarkan diri, dibawa ke Rumah Sakit Rechts der Isar di Munich di mana 3 orang meninggal, sehingga yang selamat hanya 21 orang.

Kejadian

Tim dalam perjalanan kembali dari sebuah pertandingan Piala Eropa 1957-1958 di Beograd, Yugoslavia, melawan Red Star Belgrade, tetapi harus berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar, sebagai akibat dari perjalanan non-stop Belgrade ke Manchester, yang di luar batas kemampuan jangkauan pesawat sekelas Airspeed Ambassador.

(The Airspeed Ambassador G-ALZU at Munich-Riem just before the accident)

Setelah mengisi bahan bakar, sang pilot, Kapten James Thain dan kopilot Kenneth Rayment, mencoba lepas landas maksimal dua kali, tetapi harus membatalkan kedua upaya tersebut karena gangguan di mesin. Takut bahwa mereka akan terlambat jadwal, Kapten Thain menolak menginap di Munich dan memilih melakukan upaya lepas landas untuk ketiga kalinya.

Pada saat upaya ketiga, mulai turun salju, menyebabkan lapisan lumpur di ujung landasan. Ketika pesawat menyentuh lumpur, pesawat kehilangan kecepatan, membuat pesawat tidak dapat lepas landas. Pesawat menabrak pagar dan melewati ujung landasan, sebelum sayap pesawat membentur rumah terdekat sehingga sobek.

Khawatir bahwa pesawat akan meledak, Kapten Thain menyuruh para penumpang yang selamat pergi menjauh sejauh mungkin. Meskipun demikian, kiper Manchester United Harry Gregg tetap di dekat bangkai pesawat untuk menarik korban yang selamat dari reruntuhan pesawat.

Pasca-kecelakaan

Sebuah penyelidikan oleh pihak berwenang bandara Jerman Barat awalnya menyalahkan Kapten Thain untuk kecelakaan tersebut, mengklaim bahwa dia telah gagal untuk menghilangkan es yang membeku pada sayap pesawat, yang dianggap sebagai penyebab kecelakaan, meskipun pernyataan yang bertentangan muncul dari para saksi mata.

Kemudian ditetapkan bahwa kecelakaan itu, pada kenyataannya, disebabkan oleh kubangan lumpur campur salju di landasan pacu, yang mengakibatkan pesawat yang tidak mampu mencapai kecepatan minimum untuk lepas landas. Nama Thain akhirnya menghilang pada tahun 1968, sepuluh tahun setelah kejadian.

Para korban tewas

Kru pesawat

  • Kaptain Kenneth “Ken” Rayment, kopilot (selamat dari kejadian tetapi mengalami cedera parah dan meninggal tiga minggu setelahnya di rumah sakit setelah mengalami gegar otak)
  • Tom Cable, pramugara

Penumpang

Pemain Manchester United
Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards (selamat dari kecelakaan, tapi meninggal 15 hari kemudian)
Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor, Liam “Billy” Whelan
Staf Manchester United
  • Walter Crickmer, sekretari klub
  • Tom Curry, trainer
  • Bert Whalley, kepala pelatih
Wartawan dan Jurnalis
  • Alf Clarke, Manchester Evening Chronicle
  • Donny Davies, Manchester Guardian
  • George Follows, Daily Herald
  • Tom Jackson, Manchester Evening News
  • Archie Ledbrooke, Daily Mirror
  • Henry Rose, Daily Express
  • Frank Swift, News of the World (juga mantan kiper Inggris dan Manchester City; meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit)
  • Eric Thompson, Daily Mail
Penumpang lain
By Asmi Akbar

10 Kiper Terbaik Manchester United

 

Manchester United merupakan klub dengan banyak pemain hebat. Salah satu diantaranya tentu berada pada posisi kiper. Tak jarang Manchester United mempunyai kiper yang hebat. Berikut ini 10 Kiper Terbaik Manchester United sepanjang sejarah.

10. Fabien Barthez

Fabien Alain Barthez (lahir di Lavelanet, 28 Juni 1971; umur 40 tahun) adalah mantan pemain sepak bola asal Perancis. Di Manchester United ia juga dua kali mencicipi gelar juara liga (01, 03). Barthez terkenal akan tingkah lakunya di lapangan yang eksentrik dan reaksi yang baik, namun ia juga beberapa kali melakukan blunder pada pertandingan-pertandingan penting. Ia pensiun sebagai pemain sepak bola pada 5 Oktober 2006.

9. David de Gea

David de Gea Quintana (lahir 7 November 1990; umur 21 tahun) adalah seorang pesepakbola Spanyol yang bermain sebagai kiper di klub Manchester United. Meskipun saat ini masih muda dan belum memiliki prestasi di manchester United tapi dia diprediksi akan menjadi kiper yang hebat di masa mendatang.

8. Reg Allen

Arthur Reginald Allen (lahir 3 Mei 1919 di Marylebone, London, meninggal 3 April 1976) adalah seorang kiper Queens Park Rangers dan Manchester United di tahun 1940-an hingga 1950-an. Talenta yang dimilikinya cukup bagus dan mencetak beberapa prestasi bersama Manchester United.

7. Gary Bailey

Gary Richard Bailey (lahir 9 Agustus 1958 di Ipswich) adalah mantan pemain sepak bola yang dengan 300 penampilan di Liga sebagai penjaga gawang Manchester United. Dia adalah putra mantan kiper Ipswich Roy Bailey.

6. Harry Moger

Henry Herbert “Harry” Moger (lahir September tahun 1879 di Southampton, meninggal 16 Juni 1927 di Manchester) adalah seorang kiper sepakbola Inggris. Pada bulan Mei 1903, ia dijual ke Manchester United yang telah melihat potensinya saat di Southampton. Dia tetap bersama United hingga 1912 ketika ia pensiun. Selama karirnya Manchester United, ia membuat 264 penampilan dan membantu United merebut gelar Liga di tahun 1907-08 dan 1910-11 dan Piala FA pada tahun 1909.

5. Harry Gregg

Henry “Harry” Gregg (lahir 27 Oktober 1932) adalah mantan pemain sepakbola Irlandia Utara dan Manchester United. Ia bermain 25 kali untuk Irlandia Utara sebagai kiper dan bermain untuk Manchester United pada masa kepelatihan Sir Matt Busby dengan total 247 penampilan. Dia adalah salah satu kiper berbakat Manchester United.

4. Alex Stepney

Alexander Cyril “Alex” Stepney (lahir 18 September 1942 di Mitcham, Surrey) adalah mantan pemain sepak bola Inggris yang menjadi kiper Manchester United. Alex Stepney adalah kiper United ketika mereka menjadi klub Inggris pertama yang memenangkan Piala Eropa.

3. Jimmy Rimmer

John James “Jimmy” Rimmer (lahir 10 Februari 1948) adalah mantan pemain sepak bola Inggris yang bermain sebagai penjaga gawang untuk Manchester United, Swansea City, Arsenal dan Aston Villa. Rimmer bergabung dengan Manchester United sebagai anak sekolah pada tahun 1963, dua tahun kemudian menjadi pemain professional. Ia menghabiskan sebelas tahun di Old Trafford, terutama sebagai pemain pengganti Alex Stepney.

2. Peter Schmeichel

Peter Bolesław Schmeichel (lahir 18 November 1963; umur 48 tahun) adalah salah satu mantan pemain sepak bola yang berposisi sebagai penjaga gawang dan tersukses dalam sejarah Manchester United dan Denmark. Terpilih sebagai Penjaga Gawang Terbaik Dunia tahun 1992 dan 1993, Schmeichel merupakan kunci sukses Denmark pada Piala Eropa 1992. Ia juga ikut serta dalam mempersembahkan The Treble bagi Manchester United ketika memeperoleh juara di Liga Champions, Liga Premier Inggris dan Piala FA pada periode 1998-1999, ketiga piala tersebut dipersembahkannya sebagai ‘kado perpisahan’ dengan Manchester United.

1. Edwin van der Sar

Edwin van der Sar (lahir di Voorhout, Holland Selatan, Belanda, 29 Oktober 1970; umur 41 tahun) adalah seorang pemain sepak bola profesional asal Belanda, yang bermain sebagai penjaga gawang. Dia adalah kapten dari Tim nasional sepak bola Belanda dan bermain untuk klub Manchester United di Liga Utama Inggris.

Sumber : http://agusmanchunian.wordpress.com

By Asmi Akbar

Lirik Lagu A7X Dear god

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can’t help but wish that I was there
Back where I’d love to be, oh yeah

 

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I’m not around,
when I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
’Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again

There’s nothing here for me on this barren road
There’s no one here while the city sleeps
and all the shops are closed
Can’t help but think of the times I’ve had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I’m not around,
when I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
’Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again

Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
when hope begins to fade…

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I’m not around,
when I’m much too far away
We all need the person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
’Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again

Sumber : http://www.cariliriklagu.com

By Asmi Akbar

Lirik Lagu Dadali Di Saat Aku Mencintaimu

Mengapa kau pergi, mengapa kau pergi
Di saat aku mulai mencintaimu
Berharap engkau jadi kekasih hatiku
Malah kau pergi jauh dari hidupku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Menyendiri lagi, menyendiri lagi
Di saat kau tinggalkan diriku pergi
Tak pernah ada yang menghiasi hariku
Di saat aku terbangun dari tidurku

Reff:
Aku inginkan dirimu datang dan temui aku
Kan ku katakan padamu aku sangat mencintai dirimu
Aku inginkan dirimu datang dan temui aku
Kan ku katakan padamu aku sangat mencinta

Menyendiri lagi, menyendiri lagi
Di saat kau tinggalkan diriku pergi
Tak pernah ada yang menghiasi hariku
Di saat aku terbangun dari tidurku

Repeat reff

Semoga engkau kan mengerti tentang perasaan ini
Maaf ku telah terbuai akan indahnya cinta (indahnya cinta)
Maaf sungguh ku tak bisa (tak bisa) untuk kembali padamu
Maaf ku telah terbuai akan indahnya cinta

Repeat reff

Aku inginkan dirimu datang dan temui aku
Kan ku katakan padamu aku sangat mencinta

Sumber : http://liriklaguindonesia.net

By Asmi Akbar

Sejarah Sumpah Pemuda

Hari Sumpah Pemuda yang kita peringati setiap tanggal 28 Oktober itu tidak muncul dengan sendirinya. Bila dilihat dari sejarahnya, Sumpah Pemuda dimulai ketika sekelompok pemuda merasa perlu ada sebuah perekat dan pemersatu agar bangsa kita lebih kuat untuk merebut kemerdekaan Indonesia.
 
 
Kongres Pemuda Indonesia
 
Sumpah pemuda merupakan sumpah setia dari hasil rumusan kerapatan pemuda-pemudi Indonesia atau yang dikenal dengan Kongres Pemuda l dan Kongres Pemuda II. Nah, melalui kongres itulah kita bisa mengenal Sumpah Pemuda.
 
Kongres Pemuda I berlangsung di Jakarta, pada 30 April—2 Mei 1926. Di kongres itu, mereka membicarakan pentingnya persatuan bangsa bagi perjuangan menuju kemerdekaan. Kemudian, pada tanggal 27—28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia kembali mengadakan Kongres Pemuda II. Dan, pada tanggal 28 Oktober 1928, seluruh peserta membacakan Sumpah Pemuda. Sejak saat itu, setiap tanggal 28 Oktober, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda.
 
 
Rumusan Sumpah Pemuda
 
Rumusan itu ditulis Mohammad Yamin di sebuah kertas saat mendengarkan pidato dari Mr. Sunario pada hari terakhir kongres. Inti dari isi Sumpah Pemuda itu adalah Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. Inilah yang selalu menjiwai pemuda-pemudi Indonesia dalam merebut dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan Indonesia.
 
 
Isi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
 
Sumpah Pemuda
 
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
 
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
 
Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
 
 
Tokoh yang terlibat
 
Banyak tokoh yang menjadi peserta dalam Kongres Pemuda I dan II. Mereka datang mewakili berbagai organisasi pemuda yang ada saat itu. Di antaranya ada yang menjadi pengurus, seperti Soegondo Djojopoespito dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) sebagi ketua dan wakilnya, R.M. Djoko Marsaid (Jong Java).
 
Sementara Mohammad Yamin dari Jong Sumateranen Bond sebagai sekretaris dan bendaharanya Amin Sjarifuddin (Jong Bataks Bond). Mereka juga dibantu oleh Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond), R. Katja Soengkana (Pemuda Indonesia), Senduk (Jong Celebes), Johanes Leimena (Jong Ambon), dan Rochjani Soe’oed (Pemuda Kaum Betawi). Sumpah Pemuda dan kemerdekaan Kelahiran Sumpah Pemuda menjadi senjata yang ampuh untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, kesadaran para pemuda Indonesia saat itu pun semakin kuat karena mereka tidak berjuang sendiri. Jadi, Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia.

Sumber : http://serbasejarah.blogspot.com/

By Asmi Akbar

Daftar Juara Liga Inggris

1889 Preston NE
1890 Preston NE
1891 Everton
1892 Sunderland
1893 Sunderland
1894 Aston Villa
1895 Sunderland
1896 Aston Villa
1897 Aston Villa
1898 Sheffield United
1899 Aston Villa
1900 Aston Villa
1901 Liverpool
1902 Sunderland
1903 The Wednesday
1904 The Wednesday
1905 Newcastle United
1906 Liverpool
1907 Newcastle United
1908 Manchester United
1909 Newcastle United
1910 Aston Villa
1911 Manchester United
1912 Blackburn Rovers
1913 Sunderland
1914 Blackburn Rovers
1915 Everton

1920 West Bromwich Albion
1921 Burnley
1922 Liverpool
1923 Liverpool
1924 Huddersfield Town
1925 Huddersfield Town
1926 Huddersfield Town
1927 Newcastle United
1928 Everton
1929 The Wednesday
1930 Sheffield Wednesday
1931 Arsenal
1932 Everton
1933 Arsenal
1934 Arsenal
1935 Arsenal
1936 Sunderland
1937 Manchester City
1938 Arsenal
1939 Everton

1947 Liverpool
1948 Arsenal
1949 Portsmouth
1950 Portsmouth
1951 Tottenham Hostpur
1952 Manchester United
1953 Arsenal
1954 Wolverhampton Wanderers
1955 Chelsea
1956 Manchester United
1957 Manchester United
1958 Wolverhampton Wanderers
1959 Wolverhampton Wanderers
1960 Burnley
1961 Tottenham Hotspur
1962 Ipswich Town
1963 Everton
1964 Liverpool
1965 Manchester United
1966 Liverpool
1967 Manchester United
1968 Manchester City
1969 Leeds United
1970 Everton
1971 Arsenal
1972 Derby County
1973 Liverpool
1974 Leeds United
1975 Derby County
1976 Liverpool
1977 Liverpool
1978 Nottingham Forest
1979 Liverpool
1980 Liverpool
1981 Aston Villa
1982 Liverpool
1983 Liverpool
1984 Liverpool
1985 Everton
1986 Liverpool
1987 Everton
1988 Liverpool
1989 Arsenal
1990 Liverpool
1991 Arsenal
1992 Leeds United

Liga Inggris era English Premier League:
1992/93 Manchester United
1993/94 Manchester United
1994/95 Blackburn Rovers
1995/96 Manchester United
1996/97 Manchester United
1997/98 Arsenal
1998/99 Manchester United
1999/00 Manchester United
2000/01 Manchester United
2001/02 Arsenal
2002/03 Manchester United
2003/04 Arsenal
2004/05 Chelsea
2005/06 Chelsea
2006/07 Manchester United
2007/08 Manchester United
2008/09 Manchester United
2009/10 Chelsea
2010/11 Manchester United
2011/12 Manchester City

Jumlah Gelar Juara Liga Inggris:
19 Manchester United
18 Liverpool
13 Arsenal
9 Everton
7 Aston Villa
6 Sunderland
4 Newcastle United, The Wednesday/Sheffield Wednesday, Chelsea
3 Huddersfield Town, Wolverhampton Wanderers, Leeds United, Blackburn Rovers, Manchester City
2 Preston North End, Portsmouth, Burnley, Tottenham Hotspur, Derby County
1 Sheffield United, West Bromwich Albion, Ipswich Town, Nottingham Forest

By Asmi Akbar

Daftar Juara Piala Eropa / Liga Champions (1956-2012)

Musim Juara Skor Runner-Up Stadion Penonton
1955–56 Real Madrid 4–3 Stade de Reims Parc des Princes, Paris 38,239
1956–57 Real Madrid 2–0 Fiorentina Santiago Bernabéu Stadium, Madrid 124,000
1957–58 Real Madrid 3–2 p.w. AC Milan Heysel Stadium, Brussels 67,000
1958–59 Real Madrid 2–0 Stade de Reims Neckarstadion, Stuttgart 80,000
1959–60 Real Madrid 7–3 Eintracht Frankfurt Hampden Park, Glasgow 127,621
1960–61 Benfica 3–2 Barcelona Wankdorf Stadium, Bern 33,000
1961–62 Benfica 5–3 Real Madrid Olympisch Stadion, Amsterdam 65,000
1962–63 AC Milan 2–1 Benfica Wembley Stadium, London 45,700
1963–64 Inter Milan 3–1 Real Madrid Prater Stadium, Vienna 72,000
1964–65 Inter Milan 1–0 Benfica San Siro, Milan 85,000
1965–66 Real Madrid 2–1 Partizan Heysel Stadium, Brussels 55,000
1966–67 Celtic 2–1 Inter Milan Estádio Nacional, Lisbon 56,000
1967–68 Manchester United 4–1 p.w. Benfica Wembley Stadium, London 92,225
1968–69 AC Milan 4–1 Ajax Santiago Bernabéu Stadium, Madrid 50,000
1969–70 Feyenoord 2–1 p.w. Celtic San Siro, Milan 50,000
1970–71 Ajax 2–0 Panathinaikos Wembley Stadium, London 90,000
1971–72 Ajax 2–0 Inter Milan De Kuip, Rotterdam 67,000
1972–73 Ajax 1–0 Juventus Red Star Stadium, Belgrade 93,500
1973–74 Bayern München 4–0 Atlético Madrid Heysel Stadium, Brussels 23,000
Dilakukan partai ulang dua hari kemudian, setelah berakhir 1-1.
1974–75 Bayern München 2–0 Leeds United Parc des Princes, Paris 50,000
1975–76 Bayern München 1–0 AS Saint-Étienne Hampden Park, Glasgow 54,864
1976–77 Liverpool 3–1 Borussia Mönchengladbach Stadio Olimpico, Rome 52,000
1977–78 Liverpool 1–0 Club Brugge Wembley Stadium, London 92,000
1978–79 Nottingham Forest 1–0 Malmö FF Olympiastadion, Munich 57,000
1979–80 Nottingham Forest 1–0 Hamburg Santiago Bernabéu Stadium, Madrid 50,000
1980–81 Liverpool 1–0 Real Madrid Parc des Princes, Paris 48,360
1981–82 Aston Villa 1–0 Bayern München De Kuip, Rotterdam 46,000
1982–83 Hamburg 1–0 Juventus Olympic Stadium, Athens 75,000
1983–84 Liverpool 1–1 AS Roma Stadio Olimpico, Rome 69,693
Liverpool menang melalui adu penalti 4-2.
1984–85 Juventus 1–0 Liverpool Heysel Stadium, Brussels 59,000
1985–86 Steaua București 0–0 Barcelona Estadio Ramón Sánchez Pizjuán, Seville 70,000
Steaua menang melalui adu penalti 2-0.
1986–87 FC Porto 2–1 Bayern München Prater Stadium, Vienna 62,000
1987–88 PSV Eindhoven 0–0 Benfica Neckarstadion, Stuttgart 70,000
PSV menang melalui adu penalti 6-5.
1988–89 AC Milan 4–0 Steaua București Camp Nou, Barcelona 97,000
1989–90 AC Milan 1–0 Benfica Prater Stadium, Vienna 57,500
1990–91 Red Star Belgrade 0–0 Olympique de Marseille Stadio San Nicola, Bari 56,000
Red Star menang melalui adu penalti 5-3.
1991–92 Barcelona 1–0 p.w. Sampdoria Wembley Stadium, London 70,827
1992–93 Olympique de Marseille 1–0 AC Milan Olympiastadion, Munich 64,400
1993–94 AC Milan 4–0 Barcelona Olympic Stadium, Athens 70,000
1994–95 Ajax 1–0 AC Milan Ernst-Happel-Stadion, Vienna 49,730
1995–96 Juventus 1–1 Ajax Stadio Olimpico, Rome 67,000
Juventus menang melalui adu penalti 4-2.
1996–97 Borussia Dortmund 3–1 Juventus Olympiastadion, Munich 59,000
1997–98 Real Madrid 1–0 Juventus Amsterdam Arena, Amsterdam 48,500
1998–99 Manchester United 2–1 Bayern München Camp Nou, Barcelona 90,045
1999–2000 Real Madrid 3–0 Valencia Stade de France, Saint-Denis 78,759
2000–01 Bayern München 1–1 Valencia San Siro, Milan 71,500
Bayern menang melalui adu penalti 5-4.
2001–02 Real Madrid 2–1 Bayer Leverkusen Hampden Park, Glasgow 52,000
2002–03 AC Milan 0–0 Juventus Old Trafford, Manchester 63,215
AC Milan menang melalui adu penalti 3-2.
2003–04 FC Porto 3–0 AS Monaco Arena AufSchalke, Gelsenkirchen 52,000
2004–05 Liverpool 3–3 AC Milan Atatürk Olympic Stadium, Istanbul 70,024
Liverpool menang melalui adu penalti 3-2.
2005–06 Barcelona 2–1 Arsenal Stade de France, Saint-Denis 79,500
2006–07 AC Milan 2–1 Liverpool Olympic Stadium, Athens 74,000
2007–08 Manchester United 1–1 Chelsea Luzhniki Stadium, Moscow 67,310
Manchester United menang melalui adu penalti 6-5.
2008–09 Barcelona 2–0 Manchester United Stadio Olimpico, Rome 62,467
2009–10 Inter Milan 2–0 Bayern München Santiago Bernabéu Stadium, Madrid 73,170
2010–11 Barcelona 3–1 Manchester United Wembley Stadium, London 87,695
2011–12 Chelsea 1-1 Bayern München Allianz Arena, Munich 62,500
Chelsea menang melalui adu penalti 4-3.
Koleksi Gelar
Klub Juara Runner-Up Tahun Juara Tahun Runner-Up
Real Madrid 9 3 1956, 1957, 1958, 1959, 1960, 1966, 1998, 2000, 2002 1962, 1964, 1981
AC Milan 7 4 1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, 2007 1958, 1993, 1995, 2005
Liverpool 5 2 1977, 1978, 1981, 1984, 2005 1985, 2007
Bayern München 4 5 1974, 1975, 1976, 2001 1982, 1987, 1999, 2010, 2012
Barcelona 4 3 1992, 2006, 2009, 2011 1961, 1986, 1994
Ajax 4 2 1971, 1972, 1973, 1995 1969, 1996
Inter Milan 3 2 1964, 1965, 2010 1967, 1972
Manchester United 3 2 1968, 1999, 2008 2009, 2011
Benfica 2 5 1961, 1962 1963, 1965, 1968, 1988, 1990
Juventus 2 5 1985, 1996 1973, 1983, 1997, 1998, 2003
Nottingham Forest 2 0 1979, 1980
FC Porto 2 0 1987, 2004
Celtic 1 1 1967 1970
Hamburg 1 1 1983 1980
Steaua București 1 1 1986 1989
Olympique de Marseille 1 1 1993 1991
Feyenoord 1 0 1970
Aston Villa 1 0 1982
PSV 1 0 1988
Red Star Belgrade 1 0 1991
Borussia Dortmund 1 0 1997
Stade de Reims 0 2 1956, 1959
Valencia 0 2 2000, 2001
Fiorentina 0 1 1957
Eintracht Frankfurt 0 1 1960
Partizan 0 1 1966
Panathinaikos 0 1 1971
Atlético Madrid 0 1 1974
Leeds United 0 1 1975
AS Saint-Étienne 0 1 1976
Borussia Mönchengladbach 0 1 1977
Club Brugge 0 1 1978
Malmö FF 0 1 1979
AS Roma 0 1 1984
Sampdoria 0 1 1992
Bayer Leverkusen 0 1 2002
AS Monaco 0 1 2004
Arsenal 0 1 2006
Chelsea 1 1  2012 2008

Sumber :  http://www.goal.com

By Asmi Akbar

Daftar 10 Derby Sepakbola Terpanas

Kita tahu bahwa dalam dunia sepak bola, sering ada pertandingan yang mempertemukan dua tim yang berasal dari kota yang sama atau wilayah yang sama, pertandingan seperti ini dalam dunia persepakbolaan disebut sebagai pertandingan derby, dan biasanya pertandingan derby adalah pertandingan yang keras. Hal ini disebabkan karna kedua tim ngotot untuk bisa menjadi yang terbaik di wilayah itu, selain itu juga karna pengaruh rivalitas yang tinggi antara 2 tim tersebut, bahkan panasnya derby juga sering merambat ke supporter masing-masing kubu. Sehingga tak jarang dalam duel derby sering jatuh korban suporter karna adanya bentrokan

Berikut adalah 10 derby terpanas sepanjang di belahan dunia ini (diurutkan dari no 10)

Derby Della Capitale (AS Roma vs Lazio)
Dari namanya, jelas bahwa derby ini adalah pertemuan dua klub ibukota Italia, Roma. AS Roma dan Lazio bermain di Stadion Olimpico. Derby ini dianggap sebagai derby terhebat di Italia selain derby Milano dan derby Torino. Menurut sejarah ada faktor sosial-ekonomi yang membuat derby ini jadi “mengerikan”. Lazio dibentuk oleh mereka yang berstatus menengan ke atas dan bermarkas di Roma sebelah utara kota. AS Roma bermarkas di daerah miskin di sebelah selatan kota. Di dalam stadion, para suporter Roma menempati tribun sebelah selatan (curva sud) dan Lazio di sebelah utara (curva nord).

Derby Della Madoninna (Inter Milan vs AC Milan)
Atau disebut juga sebagai derby Milano antara AC Milan dengan Internazionale Milan. Biasanya pertandingan berlangsung panas dan selalu ditunggu oleh penggemar sepakbola dan khususnya suporter kedua klub itu di seluruh dunia. Disebut Derby della Madoninna sebagai penghormatan terhadap salah satu obyek wisata di kota Milano, yaitu patung Perawan Maria yang terletak di puncak Duomo. Patung itu biasa disebut sebagai Madoninna.

Derby Della Mole (Juventus vs Torino)
Pertemuan antara David dan Goliath atau mungkin si kaya dengan si miskin. Pilih saja. Yang pasti Torino tidak akan mau mengalah mudah jika udah meladeni Juventus. Keduanya bertemu pertama kali pada 1906 dan tidak akan pernah meredupkan api perseteruan.

El Superclasico (River Plate vs Boca Juniors)
Itu adalah judul yang paling biasa dipakai untuk menamai pertandingan sepakbola antara dua tim yag bermarkas di Buenos Aries: River Plate dan Boca Juniors. Disebut superclasico karena kedua klub tersebut adalah dua klub tersukses di Argentina. Jika dijumlahkan, para suporter kedua klub itu terdiri dari lebih dari 70 persen suporter sepakbola di Argentina. Koran Inggris, The Observer, meletakkan El Superclasico di ututan teratas daftar 50 sporting things you must do before die.

Old Firm (Celtic vr Ranger)
Ini adalah contoh klasik sectarian rivalry. Terjadi di Glasgow, antara dua klub besar Skotlandia; Celtic dan Rangers. Derby ini berangsung empat kali dalam semusim di Premier League Skorlandia. Sudah pasti, merupakan derby paling sering dibandingkan derby di kota lainnya. Celtic mewakili populasi Katholik, sedangkan Rangers mewakili populasi Protestan di Glasgow.

Moscow Derby (Lokomotiv vs Spartak)
Derby ini melibatkan empat klub yang bermarkas di ibukota Rusia itu. Mereka adalah CSKA, Dynamo, Lokomotiv dan Spartak. Dari keempat klub tersebut, yang dianggap sebagai the weakest link adalah Lokomotiv. Tiga lainnya sudah mengumpulkan sederet trofi, namun tidak demikian dengan Lokomotiv. Moscow derby tidak hanya berlaku untuk sepakbola tapi juga untuk hoki es dan juga melibatkan keempat klub itu.

North London Derby (Arsenal vs Tottenham)
Tiap tahun, Arsenal dan Tottenham Hotspurs memperebutkan gelar tak resmi: Siapa yang menjadi raja di London Utara? Kedua klub ini pertama bertemu di dalam sebuah pertandingan persahabatan pada 11 November 1887. Ketika itu, Arsenal masih memakai nama Royal Arsenal.

Merseyside Derby (Liverpool vs Evertoon)
Disebut Merseyside Derby karena Liverpool dan Everton sama-sama berasal dari daerah Merseyside di kota Liverpool. Kadang juga disebut The Friendly Derby karena dalam satu keluarga kadang terdapat dua kubu, antara pendukung Liverpool dan Everton. Di tingkat teratas sepakbola pro Inggris, derby ini pertama kali terjadi pada 1962, ketika Liverpool pertama kali menembus Divisi Utama. Di Ingris mungkin hanya Pertandingan antara Liverpool kontra Manchester United yang bisa mengalahkan panasnya pertandingan ini.

Derby Madrid (Real Madrid vs Atletico Madrid)
publik spanyol tak akan dapat menyangkal betapa panasnya derby ini, derby terbesar spanyol ini adalah derby yang mempertemukan dua kiblat sepak bola ibukota spanyol, Madrid. Yaitu antara Real Madrid melawan Atletico Madrid. Banyak pemain dari kedua kubu yang ngotot untuk tampil di pertandingan ini dikarenakan gengsi yang tinggi dari pertandingan ini

Derby de Manchester (Manchester United vs Manchester City)
Inilah Derby terpanas di jagad persepakbolaan Eropa bahkan Dunia, yaitu antara Manchester City melawan Manchester United. Bagaimana tidak, Rivalitas kedua tim ini sudah kadung menjalar sejak dulu, bahkan saat manchester masih bernama Newton Health, kedua tim sudah saling ngotot untuk dapat memperlihatkan kekuatan mereka. Maka tak heran jika dalam pertandingan , wasit sering banyak mengeluarkan kartu, Apalagi sekarang Exspatriat Manchester United sudah menjadi jagoan Manchester City, yaitu Carlos Teves.

referensi : www.anggafk.com dan www.goal.com

By Asmi Akbar

Pengertian Hacker

Hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang memberikan sumbangan bermanfaat untuk dunia jaringan dan sistem operasi, membuat program bantuan untuk dunia jaringan dan komputer.Hacker juga bisa di kategorikan perkerjaan yang dilakukan untuk mencari kelemahan suatu system dan memberikan ide atau pendapat yang bisa memperbaiki kelemahan system yang di temukannya.

By Asmi Akbar

4 Come Back Dramatis Dalam Sejarah Sepak Bola


Tertinggal 2-0, Manchester United berhasil mengembalikan keadaan dengan tiga gol di menit akhir pertandingan kontra Blackpool untuk kemudian mengamankan kemenangan yang cukup dramatis.

Ini dia beberapa come back dramatis yang terjadi dalam sejarah dunia Sepak Bola seperti yang di kutip dari espn.

Yugoslavia 5-5 Uni Soviet (Olimpiade 1952, putaran ke-1)
Pada pertandingan ini, tim Yugoslavia unggul 5-1 hingga menjelang 15 menit akhir pertandingan sebelum akhirnya harus rela kebobolan di menit 75, 77, 87 dan menit 89. Adalah Vsevolod Bobrov yang membuat Uni Soviet bangkit dengan menciptakan hattrick.

Sayangnya, ketika pertandingan Replay dilakukan, Uni Soviet harus takluk 1-3 dari Yugoslavia.


Wasit Arthur Ellis

Pertandingan ini dianggap come back yang sangat fantastis. Wasit yang menjadi pengadil pertandingan ini, Arthur Ellis, mengatakan bahwa pertandingan itu merupakan hasil seri yang sangat pantas sekaligus yang paling terdramatis dalam sejarah.

Inggris 2-3 Jerman Barat (Perempat Final Piala Dunia 1970)

Inggris yang menjadi juara dunia sebelumnya datang ke Piala Dunia yang dilangsungkan di Meksiko ini dengan rasa percaya diri cukup tinggi, bahkan dalam waktu 49 menit mereka telah unggul 2-0 pada pertandingan perempat final melawan Jerman Barat, finalis yang mereka kalahkan di tahun 1966.


Pemain Inggris Francis Lee keluar lapangan dengan kecewa ketika Uwe Seeler dengan bahagia memeluk Klaus Fichtel

Namun, harapan inggris harus musnah ketika keadaan berbalik dimana Franz Beckenbauer mencetak gol pertama di menit 68. Bahkan Jerman Barat mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit 76 sehingga memaksa pertandingan berlanjut ke extra time.

Come back Jerman semakin komplit ketika di menit 108 pemain legenda Gerd Muller menjebol gawang kiper pengganti Inggris Gordon Banks, Peter Bonetti.

Manchester United 2-1 Bayern Munich (Final Liga Champion 1999)
Laga ini tidak kalah dramatisnya dimana United tampil untuk pertama kalinya di final Liga Champion sejak kesuksesan tahun 1968 mereka. Mereka berhadapan dengan juara tiga kali Bayern Munich tanpa Roy Keane dan Paul Scholes. Bahkan setelah enam menit, mereka harus tertinggal 1-0 akibat gol dari tendangan bebas Mario Basler.

Bayern terus menampilkan permainan yang apik untuk terus menjaga keunggulan dimana kapten Bayern Lothar Matthaus memimpin pertahanan Bayern dengan sukses.

Kemudian keadaan berubah ketika sweeper yang kala itu berusia 38 tahun digantikan di menit 80 akibat tekel David Beckham.


Ole Gunnar Solksjaer & Teddy Sherringham membawa United menjuarai trofi Liga Champion 1999

Lalu, melalui duo super sub mereka. United mengubah kedudukan melalui Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer di menit 91 dan 93 untuk mengamankan treble mereka di musim itu.

Kegembiraan pecah bagi kubu United, sementara Bayern hanya bisa meratapi kekalahan menyesakkan mereka. Salah satunya adalah Samuel Kuffour yang harus menangis yang gagal mencegah terjadinya gol kedua.

Liverpool 3-3 (3-2 Adu Penalti) AC Milan (Final Liga Champion 2005)
Mungkin final Liga Champion kala itu adalah final yang sangat menyesakkan bagi AC Milan. Klub asal Italia ini sangat diunggulkan karena memiliki pemain dengan materi yang lebih menawan dibandingkan Liverpool.

Bahkan boss AC Milan kala itu Carlo Ancelotti menegaskan bahwa pengalaman yang dimiliki anak didiknya menjadi keunggulan. Benar saja, Milan hanya butuh waktu 53 detik untuk unggul melalui pemain yang paling senior dan berpengalaman Paolo Maldini. Setelah itu, dua gol dari Hernan Crespo sebelum babak pertama usia membuat Liverpool tertinggal 3-0.

Di babak kedua, perubahan dilakukan Rafael Benitez deng memasukkan Dietmar Hamann menggantikan Steve Finnan untuk menetrallisir Kaka. Hasilnya sangat efektif, Liverpool bangkit dalam waktu hanya enam menit di awal babak kedua. Gol Steven Gerard, Vladimir Smicer dan Xabi Alonso berhasil menyamakan kedudukan.


Penalti Andrei Shevchenko di gagalkan Jerzy Dudek dalam drama adu penalti yang dimenangi Liverpool 3-2

Liverpool akhirnya berhasil keluar dari tekanan dan memaksa pertandingan hingga babak penalti. Kiper Jerzy Dudek melakukan penyelamatan gemilang dengan memblok tendangan Andrei Shevchenko hingga akhirnya unggul 3-2. Pertandingan ini sendiri dikenang sebagai “Keajaiban Istambul” oleh Inggris.

By Asmi Akbar

Catatan sejarah Manchester United (The Treble Winner)

Hari ini tepat 26 Mei, ada peristiwa bersejarah untuk Manchester United yang patut kita ingat. Ada yang tahu?

Hari ini 26 Mei tepat 13 tahun lalu “26 Mei 1999” Manchester United resmi menjadi tim pertama dalam sejarah pesepakbolaan Liga Inggris yang berhasil merengkuh 3 gelar utama, English Premier League, FA Cup & UEFA Champions League “The Treble Winners”. Champione!

#TheTrebleWinners adalah momen dimana Manchester United berhasil meraih Titel English Premier League, menjuarai FA Cup dan menuntaskannya dengan torehan emas di pentas UEFA Champions League secara bersamaan di tahun 1999. Champione!

Manchester United, menjadi tim keempat dalam sejarah dan yang pertama dari Liga Inggris yang meraih #TheTrebleWinners ( EPL, FA CUP & UEFA Champions League )

Daftar lengkap tim pernah meraihnya adalah :

1. Celtic FC, 1966-1967 (Skotlandia)

2. AFC Ajax, 1971-1972 (Belanda)

3. PSV Eindhoven, 1987-1988 (Belanda)

4. Manchester United, 1998-1999 (Inggris)

5. FC Barcelona, 2008-2009 (Spanyol)

6. FC Internazionale, 2009-2010 (Italia)

Namun setelah kekalahan melawan Middlesbrough di bulan Desember 1998, Manchester United melewati setiap laga setelahnya tanpa sekalipun kekalahan di EPL. Dalam perjalanannya, United meraih beberapa hasil seri dan kemenangan impresif, salah satunya kemenangan 8-1 atas Nottingham Forest dengan Ole Gunnar Solksjaer mencetak 4 gol dalam 20 menit setelah masuk ke pertandingan sebagai pemain pengganti #20Legend

Diawali dari kancah Liga Inggris di musim 1998/1999, dimana pada EPL musim itu Man.United menderita tiga kali kekalahan. Yaitu away ke Highbury melawan Arsenal, di Sheffield Wednesday dan home di Old Trafford melawan Middlesbrough

Manchester United juga meraih kemenangan di Newcastle, imbang di Leeds dan Liverpool. Dan di pertandingan home United juga memenangkan pertandingan-pertandingan penting dalam perebutan gelar seperti melawan Everton, Aston Villa dan Sheffield Wednesday.

United juga mengalahkan Southampton di depan fans nya yang tercatat sebagai jumlah fans terbanyak dalam stadion di musim itu (55, 316 orang) dan meraih hasil imbang 1-1 melawan Arsenal di Old Trafford.

Menjelang akhir musim, United masih memimpin di klasemen dengan selisih 1 poin dengan rival terdekat, Arsenal yang ada di posisi runner up. Di pertandingan EPL terakhir musim itu, yang juga merupakan pertandingan penentuan, United harus mengalahkan rival sekota Arsenal, yaitu Tottenham Hotspur untuk memenangkan liga

Banyak orang beranggapan bahwa Tottenham tidak akan mengeluarkan permainan terbaiknya karena Tottenham dan Arsenal adalah rival sekota dan saat itu Tottenham memiliki kesempatan untuk menyangkal Arsenal meraih gelar EPL nya

Tetapi yang terjadi sebaliknya. Tottenham Hotspurs tidak ingin dianggap remeh, mereka menunjukkannya dengan bermain impresif di pertandingan itu dan mencetak gol pembuka. Namun David Beckham mencetak gol sebelum half-time dan Andy Cole memastikan kemenangan dengan golnya di menit ke 48 untuk memberikan Manchester United kemenangan, dan memastikan juara Premier League. Tahap pertama dalam upaya meraih treble, sukses diselesaikan.

Untuk yg mau lihat cuplikan pertandingannya, bisa di http://www.youtube.com/watch?v=GoLZoWGtcQU #EPL1999 #TheTrebleWinners

Perjuangan Manchester United di kompetisi FA Cup yang tidak kalah dramatisnya!

Di FA Cup Man.United bertemu Middlesbrough di ronde ketiga, dimana United memenangkan laga dengan skor 3-1 setelah sebelumnya tertinggal 0-1 sebelum turun minum. Di ronde keempat, United bertemu rival abadi, Liverpool di Old Trafford. Pertandingan ini disebut sebagai salah satu pertandingan terbaik diantara keduanya.

Michael Owen mencetak gol pembuka untuk Liverpool di menit ketiga dan skor terus bertahan sampai menit ke 88 ketika Dwight Yorke mencetak gol penyama kedudukan dari tendangan bebas David Beckham dan sundulan Andy Cole.

Beberapa menit sebelum pertandingan berakhir, “The Super Sub” Ole Gunnar Solksjaer mencetak gol kemenangan sehingga pertandingan berakhir 2-1 untuk Manchester United

Setelah mengalahkan Fulham 1-0 di ronde kelima dan ronde keenam dengan pertandingan replay melawan Chelsea di Stamford Bridge dengan kemenangan 2-0, Man.United bertemu rival lainnya yaitu Arsenal di Semifinal FA Cup.

Pertandingan pertama berakhir dengan skor kacamata 0-0, setelah 120 menit Roy Keane mencetak gol yang sayangnya secara kontroversial tidak dianggap karena menurut wasit Keane berada dalam posisi offside. Walaupun ketika dilihat lagi di replay, Keane sama sekali tidak offside.

Di pertandingan replay, Beckham mencetal gol pembuka di menit-menit awal pertandingan, Namun Dennis Bergkamp berhasil menyamakan kedudukan di menit ke 70. Tiga menit berselah, Roy Keane di kartu merah setelah mendapat kartu kuning kedua dan United harus menjalani menit-menit tersisa tanpa dirinya.

Di menit-menit terakhir pertandingan, Phil Neville melakukan pelanggaran di kotak penalti, Arsenal mendapat hadiah penalti. Tetapi Peter “The Great Dane” Schmeichel berhasil menggagalkan penalti yang dieksekusi oleh Dennis Bergkamp yang membuat pertandingan ini berlanjut ke extra-time.

Salah satu peristiwa yang sampai saat ini masih teringat di benak para fans Manchester United terjadi di sini, menit ke 110 Ryan Giggs berlari 70 yards, berhasil menggocek dan menghindari lima defender Arsenal untuk kemudian mencetak gol fantastis yang pastinya menjadi salah satu gol solo-run terhebat dalam sejarah sepakbola dunia

Dengan gol penentu dari Ryan Giggs, Manchester United resmi melaju ke final FA Cup 1999

Di Final FA Cup yang di gelar di Wembley Stadium (masih stadion lama), Man.United berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0, gol dicetak oleh Teddy Sheringham dan Paul Scholes yang kemudian memberikan Manchester United Piala FA Cup, tahap kedua selesai, pada saat itu United sudah bergelar “English Double” (Memenangkan FA Cup dan Premier League di musim yang bersamaan).

Upaya perjuangan merebut trofi UEFA Champions League

Di UEFA Champions League musim itu, Manchester United berada di satu grup bersama dengan Brondby, Barcelona dan Bayern Muenchen. United memenangkan laga home-away melawan Brondby dan imbang melawan Barcelona juga Muenchen dua kali sehingga masuk ke grup knockout.

Di ronde knouckout, United memenangkan laga melawan Inter Milan di Old Trafford dengan skor 2-0, dua-duanya dicetak Dwight Yorke dan imbang 1-1 di San Siro dengan gol Paul Scholes di akhir pertandingan. Man.United menang agregat 3-1 dan lolos ke semifinal

Di semifinal, United bertemu tim Italia lainnya yaitu Juventus. Pertandingan pertama di Old Trafford berakhir imbang dan pertandingan penentu diselenggarakan di Stadio Delle Alpi. Setelah ketinggalan 0-2 terlebih dahulu, gol dari Roy Keane dan Dwight Yorke berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan dalam posisi itu, United memimpin dengan hitungan away gol yang dapat mengantarkan mereka ke final.

Tapi lebih dari itu, Manchester United berhasil memenangkan pertandingan saat Andy Cole berhasil mencetak gol penentu di menit ke 84. Lagi-lagi, comeback yang fantastis. Man.United pun melaju ke final UEFA Champions League melawan Bayern munich di Camp Nou, Barcelona tanggal 26 Mei 1999. Jika United berhasil memenangkannya, maka impian #TheTrebleWinners benar-benar akan terjadi!

Cuplikan salah satu pertandingan dramatis Man.United 3 vs 2 Juventus #TheTrebleWinners http://www.youtube.com/watch?v=7gehzhS6Vzo

Walaupun Roy Keane dan Paul Scholes, keduanya mendapat larangan untuk bermain di Final karena menerima dua kartu kuning saat melawan Juventus, tetapi Jesper Blomqvist dan Nicky Butt menggantikan mereka di Final.

Di menit keenam, Mario Basler mencetak untuk Bayern Muenchen dari tendangan bebas membuat Muenchen memimpin 1-0. Setelah unggul 1-0, Muenchen melancarkan serangan bertubi-tubi ke gawang Peter Schmeichel yang mengharuskannya membuat beberapa penyelamatan gemilang. Skor tetap 1-0.

Akhirnya Ferguson memutuskan bahwa perubahan di kubu United harus dilakukan jika mereka benar-benar ingin memenangkan laga final ini. Di menit ke 67, Teddy Sheringham masuk menggantikan Jesper Blomqvist dan di menit ke 81, Ole Gunnar Solksjaer masuk menggantikan Andy Cole.

Kedua pemain pengganti inilah yang dianggap sebagai pembangkit momentum, mereka membuat United memainkan kontrol bola, dan inilah dimana comeback terbaik dalam sejarah sepakbola dimulai.

Manchester United mendapatkan corner di awal tiga menit dari injury time yang di berikan. David Beckham mengambilnya dan Peter Schmeichel berlari meninggalkan gawangnya untuk membantu barisan penyerangan yang dianggap sebagai ‘kesempatan terakhir’.

Muenchen mendapatkan bolanya dan mencoba untuk menghalau, tetapi United berhasil mendapatkannya lagi segera setelah Ryan Giggs menembak, tetapi Sheringham datang dan secara langsung menembak bola lagi masuk ke dalam net. GOL!

Kemudian segera setelahnya, Manchester United mendapatkan corner lagi, Beckham kembali mengambilnya, Sheringham berhasil menyundulnya, ke arah Solksjaer, yang kemudian mengarahkan bola tepat ke net gawang Oliver Kahn. United, secara mengejutkan, berhasil memenangkan pertandingan dengan cara yang sangat dramatis. GOL!

Atas pencapaian fantastisnya membawa Manchester United, tim Inggris pertama meraih tiga gelar utama sekaligus yaitu EPL, FA Cup dan UEFA Champions League, Alex Ferguson dianugerahi gelar kebesaran “Sir” sehingga terkenal menjadi Sir Alex Ferguson.

Musim 1998-1999 menjadi salah satu musim terbaik bagi Manchester United atas pencapaian hebatnya dalam sejarah olahraga dunia, khususnya sepakbola. Hingga saat ini, fan Man.United di seluruh dunia masih terus mengingat apa yang tim ini lakukan di tahun 1999.

Tahap terakhir dari pencapain Treble Winners diselesaikan dengan cara dramatis, another great comeback , typical Manchester United. 26 Mei 1999 – 26 Mei 2012 #TheTrebleWinners!

Dan.. tepat di tanggal 26 Mei, selain lahirnya #TheTrebleWinners untuk Manchester United, merupakan hari bersejarah lainnya karena seorang legendaris sepakbola dilahirkan tepat di hari yang sama. Seorang penting yang membangun kejayaan Manchester United dengan “Busby Babes” nya, Bangkit dari Tragedi Munich 1958, merengkuh gelar European Winners di 1968, meraih titel-titel berarti lainnya hingga menjadi salah satu manajer Man.United terbaik sepanjang masa…

Sir Matt Busby (26 Mei 1909 – 20 January 1994, aged 84)

Our Coach, Our Manager, Our Dad, Our LEGEND. Happy Birthday!

God bless you Sir, we love you now and forever! :’)

By Asmi Akbar

Sejarah Manchester United F.C.

Manchester United F.C. (biasa disingkat Man Utd, Man United atau hanya MU) adalah sebuah klub sepak bola papan atas di Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester,

Dibentuk sebagai Newton Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai tim sepak bola depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath, namanya berganti menjadi Manchester United pada 1902.

Meski sejak dulu telah termasuk salah satu tim terkuat di Inggris, barulah sejak 1993 Manchester United meraih dominasi yang besar di kejuaraan domestik di bawah arahan Sir Alex Ferguson – dominasi dengan skala yang tidak terlihat sejak berakhirnya era Liverpool F.C. pada pertengahan 1970-an dan awal 1980-an. Sejak bergulirnya era Premiership pada tahun 1992, Manchester United adalah tim yang paling sukses dengan dua belas kali merebut trofi juara.

Meskipun sukses di kompetisi domestik, kesuksesan tersebut masih sulit diulangi di kejuaraan Eropa; mereka hanya pernah meraih juara di Liga Champions tiga kali sepanjang sejarahnya (1968, 1999, 2008).

Sejak musim 86-87, mereka telah meraih 22 trofi besar – jumlah ini merupakan yang terbanyak di antara klub-klub Liga Utama Inggris. Mereka telah memenangi 19 trofi juara Liga Utama Inggris (termasuk saat masih disebut Divisi Satu). Pada tahun 1968, mereka menjadi tim Inggris pertama yang berhasil memenangi Liga Champions Eropa, setelah mengalahkan S.L. Benfica 4–1, dan mereka memenangi Liga Champions Eropa untuk kedua kalinya pada tahun 1999 dan sekali lagi pada tahun 2008 setelah mengalahkan Chelsea F.C. di final. Mereka juga memegang rekor memenangi Piala FA sebanyak 11 kali.[4] Pada 2008, mereka menjadi klub Inggris pertama dan klub Eropa kedua yang berhasil menjadi Juara Dunia Antarklub FIFA.

Pada 12 Mei 2005, pengusaha Amerika Serikat Malcolm Glazer menjadi pemilik klub dengan membeli mayoritas saham yang bernilai £800 juta (US$1,47 milyar) diikuti dengan banyak protes dari para pendukung fanatik.

Daftar isi

Sejarah

Tahun awal (1878–1945)

Tim Manchester United pada awal sesi 1905-06, yang pada saat itu menjadi juara dua di Divisi 2 dan terangkat.

Tim pertama kali dibentuk dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railwaiy F.C. pada 1878 sebagai tim karya Lancashire dan Yorkshire, stasiun kereta api di Newton Heath. Kaos tim berwarna hijau – emas. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton pada 1893. Tim sudah memasuki kompetisi sepak bola tahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, menjadi perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris perkumpulan dan pengedropan “L&YR” dari nama mereka untuk menjadi Newton Heath F.C saja..

Tak lama kemudian, pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari £2500. Lapangan Bank Street mereka telah ditutup.[5]

Sebelum tim mereka bubar, mereka menerima investasi dari J. H. Davies[ket 1], direktur Manchester Breweries. Awalnya, seorang legenda tim, Harry Stafford, yang merupakan kapten tim, memamerkan anjing St. Bernardnya[ket 2], kemudian Davies memutuskan untuk membeli anjing itu. Stafford menolak, tetapi berhasil memengaruhi Davies untuk menannamkan modal pada tim dan menjadi chairman tim.[6] Diadakan rapat untuk mengganti nama perkumpulan. Manchester Central dan Manchester Celtic adalah nama yang diusulkan, sebelum Louis Rocca, seorang imigran muda asal Italia, berkata “Tuan-tuan, mengapa kita tidak menggunakan nama Manchester United?”[7] Nama ditetapkan dan Manchester United secara resmi eksis mulai 26 April 1902. Davies juga memutuskan untuk mengganti warna tim dan terpilihlah warna merah dan putih sebagai warna tim Manchester United.

Ernest Mangnall ditunjuk menjadi sekretaris klub menggantikan James West yang mengundurkan diri pada tanggal 28 September 1902. Mangnall bekerja keras untuk mengangkat tim ke Divisi Satu dan gagal pada upaya pertamanya, menempati urutan 5 Liga Divisi Dua. Mangnall memutuskan untuk menambah sejumlah pemain ke dalam klub dan merekrut pemain seperti Harry Moger, Dick Duckworth, dan John Picken, ada juga Charlie Roberts yang membuat dampak besar. Dia dibeli £750 dari Grimsby Town pada April 1904, dan membawa tim ke posisi tiga klasmen akhir musim 1903-1904.

Mereka kemudian berpromosi ke Divisi Satu setelah finis diurutan dua Divisi Dua musim 1905–06. Musim pertama mereka di Divisi Satu berakhir kurang baik, mereka menempati urutan 8 klasmen. Akhirnya mereka memenangkan gelar liga pertamanya pada tahun 1908. Manchester City sedang diselidiki karena menggaji pemain diatas regulasi yang ditetapkan FA. Mereka didenda £250 dan delapan belas pemain mereka dihukum tidak boleh bermain untuk mereka lagi. United dengan cepat mengambil kesempatan dari situasi ini, merekrut Billy Meredith dan Sandy Turnbull, dan lainnya. Pemain baru ini tidak boleh bermain dahulu sebelum tahun Baru 1907, akibat dari skors dari FA. Mereka mulai bermain pada musim 1907–08 dan United membidik gelar juara saat itu. Kemenangan 2–1 atas Sheffield United memulai kemenangan beruntun sepuluh kali United. Namun pada akhirnya, mereka tutup musim dengan keunggulan 9 poin dari rival mereka, Aston Villa.

Klub membutuhkan waktu dua tahun untuk membawa trofi lagi, mereka memenangkan trofi Liga Divisi Satu untuk kedua kalinya pada musim 1910–11. United pindah ke lapangan barunya Old Trafford. Mereka memainkan pertandingan pertamanya di Old Trafford pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool, tetapi mereka kalah 4-3. Mereka tidak mendapat trofi lagi pada musim 1911–12, mereka tidak didukung oleh Mangnall lagi karena dia pindah ke Manchester City setelah 10 tahunnya bersama United. Setelah itu, mereka 41 tahun bermain tanpa memenangkan satu trofi pun.

United kembali terdegradasi pada tahun 1922 setelah sepuluh tahun bermain di Divisi Satu. Mereka naik divisi lagi tahun 1925, tetapi kesulitan untuk masuk jajaran papan atas liga Divisi Satu dan mereka turun divisi lagi pada tahun 1931. United meraih mencapaian terendah sepanjang sejarahnya yaitu posisi 20 klasemen Divisi Dua 1934. kekuatan mereka kembali ketika musim 1938–39.

Era Sir Matt Busby (1945–1969)

Pada tahun 1945, Matt Busby ditunjuk menjadi manager dari tim yang berbasis di Old Trafford ini. Dia meminta sesuatu yang tidak biasa pada pekerjaannya, seperti menunujuk tim sendiri, memilih pemain yang akan direkrut sendiri dan menentukan jadwal latihan para pemain sendiri. Dia telah kehilangan lowongan manager di klub lain, Liverpool F.C., karena pekerjaan yang diinginkannya itu dirasa petinggi Liverpool adalah pekerjaan seorang direktur, tetapi United memberikan kesempatan untuk ide inovatifnya. Pertama, Busby tidak merekrut pemain, melainkan seorang asisten manager yang bernama Jimmy Murphy. Keputusan menunjuk Busby sebagai manager merupakan keputusan yang sangat tepat, Busby membayar kepercayaan pengurus dengan mengantar United ke posisi kedua liga pada tahun 1947, 1948 and 1949 dan memenangkan Piala FA tahun 1948. Stan Pearson, Jack Rowley, Allenby Chilton, dan Charlie Mitten memiliki andil yang besar dalam pencapaian United ini.

Charlie Mitten pulang ke Colombia untuk mencari bayaran yang lebih baik, tetapi kemampuan pemain senior United tidak menurun dan kembali meraih gelar Divisi Satu pada 1952. Busby tahu, bahwa tim sepak bola tidak hanya membutuhkan pengalaman pemainnya, maka, dia juga berpikir untuk memasukkan beberapa pemain muda. Pertama-tama, pemain muda seperti Roger Byrne, Bill Foulkes, Mark Jones dan Dennis Viollet, membutuhkan waktu untuk menunjukkan permainan terbaik mereka, akibatnya United tergelincir ke posisi 8 pada 1953, tetapi tim kembali memenangkan liga tahun 1956 dengan tim yang usia rata-rata pemainnya hanya 22 tahun, mencetak 103 gol. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkannya menjadi salah satu manager yang paling sukses menangani Manchester United (pertengahan 1950-an, pertengahan akhir 1960-an dan 1990-an). Busby mempunyai pemain bertalenta tinggi yang bernama Duncan Edwards. Pemuda asal Dudley, West Midlands memainkan debutnya pada umur 16 tahun di 1953. Edwards dikatakan dapat bermain di segala posisi dan banyak yang melihatnya bermain mengatakan bahwa dia adalah pemain terbaik. Musim berikutnya, 1956–57, mereka menang liga kembali dan mencapai final Piala FA, kalah dari Aston Villa. Mereka menjadi tim Inggris pertama yang ikut serta dalam kompetisi Piala Champions Eropa, atas kebijakan FA. Musim lalu, FA membatalkan hak Chelsea untuk tampil di Piala Champions. United dapat mencapai babak semi-final dan kemudian dikandaskan Real Madrid. Dalam perjalanannya ke semi-final, United juga mencatatkan kemenangan yang tetap menunjukkan bahwa mereka adalah tim besar, mengalahkan tim juara Belgia Anderlecht 10–0 di Maine Road.

Sebuah plat kenangan di Old Trafford sebagai penghargaan untuk para pemain yang meninggal pada Tragedi München.

Tragedi terjadi pada musim berikutnya, ketika pesawat membawa tim pulang dari pertandingan Piala Champions Eropa mengalami kecelakaan saat mendarat di München, Jerman untuk mengisi bahan bakar. Tragedi München 1958 tanggal 6 Februari 1958 merenggut nyawa 8 pemain tim – Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam “Billy” Whelan – dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.[8] Terjadi 2 kali pendaratan sebelum yang ketiga terjadi kesalahan fatal, yang disebabkan tidak stabilnya kecepatan pesawat karena adanya lumpur. Penjaga gawang United Harry Gregg mempertahankan kesadaran saat kecelakaan itu dan dibawah ketakutan pesawat akan meledak, menyelamatkan Bobby Charlton dan Dennis Viollet dengan mengencangkan sabuk pengamannya. Tujuh pemain United menginggal dunia di tempat sedangkan Duncan Edwards tewas ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry juga selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karier sepak bolanya berakhir cepat. Dokter München mengatakan bahwa Matt Busby tidak memiliki banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya keluar dari rumah sakit setelah dua bulan dirawat di rumah sakit.

Ada rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun Jimmy Murphy mengambil alih posisi manager ketika Busby dirawat di rumah sakit, klub melanjutkan kompetisinya. Meskipun kehilangan pemain, mereka mencapai final Piala FA 1958, dimana mereka kalah dari Bolton Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan United dan juara liga Wolverhampton Wanderers untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para korban kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim berikutnya dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen; tidak buruk untuk sebuah tim yang kehilangan sembilan pemain akibat Tragedi München.

Busby membangun kembali tim di awal dekade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah pemuda Belfast yang bernama George Best. Best memiliki keatletikkan yang sangat langka. Tim memenangkan Piala FA tahun 1963, walaupun hanya finis diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan memenangkan liga tahun 1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa 1968, mengalahkan tim asuhan Eusébio SL Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang memenagkan kompetisi ini. Tim United saat itu memiliki Pemain Terbaik Eropa, yaitu: Bobby Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.

Masa sulit (1969–1986)

Setelah masa yang gemilang, United mengalami masa-masa sulit ketika ditangani Wilf McGuinness, selesai diurutan delapan liga pada musim 1969–70. Kemudian dia mengawali musim 1970–71 dengan buruk, sehingga McGuinness kembali turun jabatan menjadi pelatih tim cadangan. Busby kembali melatih United, walaupun hanya 6 bulan. Dibawah asuhan Busby, United mendapat hasil yang lebih baik, namun pada akhirnya ia meninggalkan klub pada tahun 1971. Dalam waktu itu, United kehilangan beberapa pemain kuncinya seperti Nobby Stiles dan Pat Crerand.

Manager Celtic yang berhasil membawa Piala Champions ke Glasgow, Jock Stein, ditunjuk untuk mengisi posisi manager — Stein telah menyetujui kontrak secara verbal dengan United, tetapi membatalkannya — . Frank O’Farrell ditunjuk sebagai suksesor Busby. Seperti McGuinness, O’Farrell tidak bertahan lebih dari 18 bulan, bedanya hanya O’Farrell bereaksi untuk menanggulangi penampilan buruk dari United dengan membawa muka baru ke dalam klub, yang paling nyata adalah direkrutnya Martin Buchan dari Aberdeen seharga £125,000. Tommy Docherty menjadi manager diakhir 1972. Docherty, atau “Doc”, menyelamatkan United dari degradasi namun United terdegradasi pada 1974, yang saat itu trio Best, Law and Charlton telah meninggalkan klub. Denis Law pindah ke Manchester City pada musim panas tahun 1973. Pemain seperti Lou Macari, Stewart Houston dan Brian Greenhoff direkrut untuk menggantikan Best, Law and Charlton, namun tidak menghasilkan apa-apa.

Tim meraih promosi pada tahun pertamanya di Divisi Dua, dengan peran besar pemain muda berbakat Steve Coppell yang bermain baik pada musim pertamanya bersama United, bergabung dari Tranmere Rovers. United mencapai Final Piala FA tahun 1976, tetapi mereka dikalahkan Southampton. Mereka mencapai final lagi tahun 1977 dan mengalahkan Liverpool 2–1. Didalam kesuksesan ini, Docherty dipecat karena diketahui memiliki hubungan dengan istri fisioterapi.

Dave Sexton menggantikan Docherty di musim panas 1977 dan membuat tim bermain lebih defensif. Gaya bermain ini tidak disukai suporter, mereka lebih menyukai gaya menyerang Docherty dan Busby. Beberapa pemain dibeli Sexton seperti Joe Jordan, Gordon McQueen, Gary Bailey dan Ray Wilkins, namun tidak dapat mengangkat United menembus ke papan atas, hanya sekali finis diurutan kedua, dan hanya sekali lolos ke babak final Piala FA, dikalahkan Arsenal. Karena tidak meraih gelar, Sexton dipecat pada tahun 1981, walaupun ia memenangkan 7 pertandingan terakhirnya.

Dia digantikan manager flamboyan Ron Atkinson. Dia memecahkan rekor transfer di Inggris dengan membeli Bryan Robson dari West Brom. Robson disebut-sebut merupakan pemain tengah terbaik sepeninggal Duncan Edwards. Tim Atkinson memiliki pemain baru seperti Jesper Olsen, Paul McGrath dan Gordon Strachan yang bermain bersama Norman Whiteside dan Mark Hughes. United memenangkan Piala FA 2 kali dalam 3 tahun, pada 1983 dan 1985, dan diunggulkan untuk memenangkan liga musim 1985–86 setelah memenangkan 10 pertandingan liga pertamanya, membuka jarak 10 poin dengan saingan terdekatnya sampai Oktober 1986. Penampilan United kemudian menjadi buruk dan United mengakhiri musim di urutan 4 klasemen. Hasil buruk United terus berlanjut sampai akhir musim dan dengan hasil yang buruk yaitu diujung batas degradasi, pada November 1986, Atkinson dipecat. Setelah itu United merekrut pelatih baru, yaitu Sir Alex Ferguson.

Era Alex Ferguson (1986–sekarang)

Sebelum Treble (1986-1998)

Alex Ferguson datang dari Aberdeen untuk menggantikan Atkinson dan mengantarkan klub meraih posisi 11. Musim berikutnya yaitu musim 1987–88, United menyelesaikan liga di posisi kedua, dengan Brian McClair yang menjadi pencetak 20 gol liga setelah George Best.

United mengalami masa sulit 2 musim berikutnya. Dengan pembelian pemain yang cukup banyak, Ferguson tidak dapat memenuhi harapan suporter. Alex Ferguson telah berada dalam bahaya pemecatan pada awal 1990, tetapi sebuah gol dari Mark Robins membawa United menang 1–0 atas Nottingham Forest dibabak ketiga Piala FA. Ini membuat Ferguson terselamatkan dan pada akhirnya United memenangkan Piala FA, setelah mengalahkan Crystal Palace di partai ulang babak final.

United memenangkan Winners’ Cup Eropa di 1990–91, mengalahkan juara Spanyol musim itu, Barcelona di final, tetapi mengecewakan di musim berikutnya karena di liga mereka kalah dari saingan, Leeds United.

Kedatangan Eric Cantona di November 1992 merupakan sebuah langkah krusial United saat itu. Cantona membaur bersama pemain dan memenangkan Final Piala FA menjadikan MU menjadi juara dua di liga dan Piala FA. Ferguson membuat suporter kesal karena menjual beberapa pemain Beberapa dari mereka langsung terpilih menjadi anggota Tim nasional sepak bola Inggris. Secara mengejutkan, United kembali meraih double pada musim 1995–96. Ini adalah pertama kalinya klub Inggris meraih double sebanyak dua kali dan akhirnya mereka mendapat sebutan “Double Double”.[9]

Mereka memenangkan liga musim 1996–97 dan Eric Cantona menyatakan pensiun dari persepak bolaan profesional pada usia 30. Mereka mengawali musim 1997–98 dengan baik, tetapi mengakhiri liga pada posisi dua klasemen, dibawah pemenang dua gelar, Arsenal.

Treble (1998–1999)

Trofi Treble Manchester United disimpan di museum d Old Trafford.

Musim 1998–99 untuk Manchester United adalah musim tersukses karena mereka berhasil menjadi satu-satunya tim Inggris yang pernah meraih Treble(tiga gelar dalam satu musim) — dengan memenangkan Liga Utama Inggris, Piala FA dan Liga Champion UEFA di musim yang sama.[10] Setelah melewati Liga Utama yang padat, Manchester United berhasil memenangkan liga pada pertandingan terakhir melawan Tottenham Hotspur dengan skor 2–1, ketika Arsenal menang 1–0 atas Aston Villa.[11] Memenangkan Liga Utama merupakan bagian pertama dari treble United, yang disebut Ferguson bagian tersulit.[11] Di final Piala FA mereka bertemu Newcastle United dan menang 2–0 melalui gol Teddy Sheringham dan Paul Scholes.[12] Pada pertandingan terakhir mereka musim itu, pertandingan Final Liga Champions UEFA 1999, mereka mengalahkan Bayern Munich, pertandingan tersebut disebut-sebut sebagai comeback terbaik yang pernah ada, kalah sampai dengan injury time dan mencetak gol dua kali di menit-menit terakhir untuk memastikan kemenangan 2–1.[10] Manchester United juga memenangkan Piala Interkontinental setelah mengalahkan Palmeiras 1–0 di Tokyo.[13]

Setelah Treble (1999–sekarang)

United memenangkan liga tahun 2000 dan 2001, tetapi mereka gagal meraih kembali trofi kompetisi Eropa. Pada tahun 2000, Manchester United menjadi salah satu dari 14 pendiri kelompok G-14.[14] Ferguson mengadopsi gaya permainan bertahan dan tetap gagal di kompetisi Eropa dan United menyelesaikan liga pada urutan ketiga klasemen. Mereka meraih kembali gelar liga musim berikutnya dan memulai musim dengan sangat baik, namun penampilan mereka memburuk ketika Rio Ferdinand menerima skorsing 8 bulan karena gagal dalam tes doping. Mereka memenangkan Piala FA 2004, setelah mengalahkan Millwall.

Musim 2004-05, produktivitas gol United berkurang, yang disebabkan oleh cederanya Ruud van Nistelrooy dan United menyelesaikan musim tanpa meraih satu gelar pun. Kali ini, Piala FA dimenangkan oleh Arsenal yang mengalahkan United melalui adu penalti. Di luar lapangan, cerita utamanya adalah kemungkinan klub diambil alih oleh pihak lain dan pada akhir musim, Malcolm Glazer, seorang pengusaha asal Tampa, telah memiliki kepemilikikan United.

Giggs pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak untuk United.

United melakukan awal buruk pada musim 2005–06, dengan kepergian Roy Keane yang bergabung dengan Celtic setelah United banyak dikritik publik dan klub gagal melewati babak knock-out Liga Champions untuk pertama kalinya dalam satu dekade setelah kalah dari tim asal Portugal, Benfica. Musim ini adalah musim yang buruk bagi United karena pemain kunci mereka seperti, Gabriel Heinze, Alan Smith, Ryan Giggs dan Paul Scholes cedera. Mereka hanya meraih satu gelar musim itu, Piala Liga, mengalahkan tim promosi Wigan Athletic dengan skor 4–0. United memastikan tempat di urutan kedua klasemen liga dan lolos otomatis ke Liga Champions setelah mengalahkan Charlton Athletic 4–0. Akhir musim 2005–06, satu dari penyerang kunci, Ruud van Nistelrooy, meninggalkan klub dan bergabung dengan Real Madrid, karena hubungannya dengan Alex Ferguson retak.[15]

Musim 2006-07 memperlihatkan gaya permainan United yang menyerang seperti pada dekade 90-an, mencetak 20 gol lebih di 32 pertandingan. Pada Januari 2007, United mendapatkan Henrik Larsson dengan status pinjaman selama 2 bulan dari Helsingborgs, dan pemain itu memiliki pera penting dalam pencapaian United di Liga Champions,[16] dengan harapan meraih Treble kedua; namun setelah mencapai babak semi-final, United kalah dari A.C. Milan 3–5(agregat).[17]

Dalam perayaan ke-50 keikutsertaan Manchester United dalam kompetisi Eropa, dan juga perayaan ke-50 dari Treaty of Rome, Manchester United bertanding melawan Marcello Lippi dan tim Eropa XI di Old Trafford pada 13 Maret 2007. United memenangkan pertandingan 4–3.[18]

Empat tahun setelah gelar terakhir mereka, United meraih kembali gelar juara liga pada 6 Mei 2007, setelah Chelsea bermain imbang dengan Arsenal, meninggalkan the Blues tujuh poin di belakang dengan menyisakan 2 pertandingan, diikuti kemenangan United 1–0 dalam derbi Manchester hari sebelumnya, mengantarkan United ke gelar kesembilan Premiership-nya dalam 15 tahun eksistensinya. Namun, mereka tidak dapat mencapai double keempat mereka, karena Chelsea mengalahkan United 1-0 di final Piala FA 2007 yang berlangsung di Stadion Wembley yang baru.

Pada 11 Mei 2008, United kembali meraih gelar liga setelah mengalahkan Wigan 2-0 di pertandingan terakhir untuk memastikan gelar tersebut, disusul gelar Liga Champions pada tanggal 21 Mei 2008 yang diraih dengan mengalahkan Chelsea 6-5 di final melalui adu penalti setelah bermain seri 1-1 di waktu normal 2×45 menit serta perpanjangan waktu 2×15 menit. Dengan status sebagai juara Liga Champions tersebut, United berhak mengikuti Piala Dunia Antarklub FIFA 2008 dan berhasil menjuarai turnamen tersebut setelah mengalahkan Gamba Osaka 5-3 di semifinal dan LDU Quito 1-0 di final. United pun menjadi klub Eropa kedua yang menjadi juara dunia setelah AC Milan pada 2007. Setahun setelah final Liga Champions UEFA tahun 2008, Manchester United masuk kembali ke final tahun 2009. Manchester United kemudian mengalami kekalahan dalam final Liga Champions UEFA 2008–09, saat menghadapi Barcelona dengan skor 2 – 0 di Roma, Italia.

Musim 2009-10 bukanlah musim yang bagus, karena hanya mendapatkan gelar Piala Liga, hanya finis di posisi kedua, dan terdepak di Liga Champions oleh Bayern Munich. Musim selanjutnya United meraih titel juara liga teratas untuk ke-19 kalinya, melewati Liverpool dengan 18 gelar juara liga, setelah imbang di Blackburn 1-1 untuk penentuan gelar juara dengan Chelsea. Di Eropa, United meraih medali runner-up setelah dihantam pasukan Pep Guardiola,Barcelona 3-1. Di musim tersebut, United kehilangan Gary Neville, Owen Hargreaves, Paul Scholes dan Edwin van der Sar. Di musim 2011-12, United mendapat kemenangan besar atas Arsenal 8-2 di Old Trafford, tetapi kekalahan besar dari Manchester City 1-6 di tempat yang sama. Pertandingan melawan Sunderland (1-0 United) adalah sejarah bagi United, khususnya Sir Alex yang telah resmi 25 tahun bersama United. North Stand resmi diganti namanya menjadi Sir Alex Ferguson Stand. Pada musim itu pula United tidak berhasil menembus 16 besar Liga Champions setelah dikalahkan Basel 1-2 di Swiss. United juga tidak berhasil menembus perempat final Liga Europa setelah tumbang oleh Athletic Bilbao. Di domestik, United disapu Crystal Palace 1-2 di kandang di ajang Piala Liga. United juga menelan kekalahan 1-2 di Anfield dalam ajang Piala FA.

Lambang dan warna klub

Lambang Manchester United dari tahun 1960-an hingga awal 1970-an

Ketika nama tim masih Newton Heath, seragam tim berwarna hijau-kuning. Pada tahun 1902, sehubungan dengan pergantian nama menjadi Manchester United, klub mengganti warna seragam mereka menjadi merah (kaos), putih (celana), dan hitam (kaos kaki), yang menjadi standar seragam MU sampai saat ini. Pengecualian ketika tim bertanding di Final Piala FA tahun 1909 melawan Bristol City, kaos berwarna putih berkerah merah berbentuk V. Desain seragam ini kembali digunakan saat 1920-an ketika seragam tim berwarna merah-merah.

Kostum tandang biasanya adalah kaos putih, celana hitam, dan kaos kaki putih, tetap warna lain juga pernah digunakan, termasuk kaos biru bergaris putih yang digunakan dari tahun 1903 sampai 1916, hitam seluruhnya pada 1994 dan 2003 dan kaos biru dengan garis horisontal perak pada tahun 2000. Satu yang paling terkenal, hanya dipakai sebentar, kostum tandang United yang berwarna keseluruhan abu-abu dipakai pada musim 1995–96. Kostum ini tidak digunakan lagi saat MU kalah pada pertandingan pertama pemakaian kostum ini. Pada babak pertama, MU kalah 3-0 dari Southhampton, mereka mengganti seragam yang mereka kenakan menjadi seragam ketiga mereka yang berwarna biru-putih, tetapi pada akhirnya kalah 3–1. Seragam abu-abu tidak pernah lagi digunakan akibat hasil buruk yang mereka dapat pada pertandingan pertama dengan seragam abu-abu itu.[19][20] Seragam tandang MU yang terkenal lainnya adalah kaos putih dengan lengan hitam dan garis emas-hitam. Seragam ini adalah seragam terakhir yang didesain Umbro sebelum MU memilih produsen Nike, dan memperingati 100 tahun pergantian nama dari Newton Heath F.C menjadi Manchester United.

Kostum ketiga United berwarna biru, yang dikenakan pemain saat memenangkan Piala Champions 1968. Pengecualian, kostum kuning terang yang digunakan pada awal 1970-an, seragam biru bergaris putih yang dipakai 1996, dan kaos putih bergaris merah-hitam yang dipakai pada 2004. United juga menggunakan kostum ketiga untuk latihan. United mengadopsi warna kostum hitam keseluruhan pada musim 1998–99 dan kaos biru tua dengan pinggiran marun pada tahun 2001 untuk bertanding melawan Southampton dan PSV Eindhoven.

Lambang Manchester United telah diganti beberapa kali, tetapi perubahan yang dilakukan tidak terlalu signifikan. Setan yang terletak di tengah lambang merupakan akar dari julukan “Setan Merah” (The Red Devils), yang muncul di era 1960-an setelah Matt Busby mendengar itu dari fans tim rugbi Salford.[21] Pada akhir 60-an, lambang setan telah mulai untuk dimasukkan pada brosur program dan syal klub, hingga akhirnya dimasukkan ke dalam lambang klub dengan memegang trisula. Di 1998, logo kembali didesain ulang, kali ini menghilangkan tulisan “Football Club”.[22] Perubahan ini bertentangan dengan pendapat suporter, yang memandang bahwa MU semakin menjauhi akar sepak bola dan perubahan ini hanya untuk kepentingan bisnis semata.

Tur

Tur 2009

Pada tahun 2009 lalu, Manchester United menggelar tur di Asia. Manchester United seharusnya mengunjungi 4 negara, yaitu Malaysia, Cina, Korea Selatan, dan Indonesia, namun pada tanggal 17 Juli 2009, 3 hari sebelum datang ke Jakarta, terjadi Bom Kuningan 2009 di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta. Karena hal ini MU membatalkan turnya ke Jakarta.

Tur 2010

Pada 6 Juli 2010, Manchester United kembali mengadakan Tur di Amerika Utara. Manchester United melawan 4 tim dari dua negara, Amerika Serikat dan Kanada. Tur 2011 digelar pada Juli 2011 di Amerika Serikat dan United melawan tim-tim berikut:[23]

Tur 2012

Skuat

Tim utama

Per 17 Agustus 2012..[24]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

No. Pos. Nama
1 Bendera Spanyol GK David de Gea
2 Bendera Brasil DF Rafael
3 Bendera Perancis DF Patrice Evra (wakil kapten)
4 Bendera Inggris DF Phil Jones
5 Bendera Inggris DF Rio Ferdinand
6 Bendera Irlandia Utara DF Jonny Evans
7 Bendera Ekuador MF Antonio Valencia
8 Bendera Brasil MF Anderson
10 Bendera Inggris FW Wayne Rooney
11 Bendera Wales MF Ryan Giggs
12 Bendera Inggris DF Chris Smalling
13 Bendera Denmark GK Anders Lindegaard
14 Bendera Meksiko FW Javier Hernández
15 Bendera Serbia DF Nemanja Vidić (kapten)
No. Pos. Nama
16 Bendera Inggris MF Michael Carrick
17 Bendera Portugal MF Nani
18 Bendera Inggris MF Ashley Young
19 Bendera Inggris FW Danny Welbeck
20 Bendera Belanda FW Robin van Persie
21 Bendera Chili FW Ángelo Henríquez
22 Bendera Inggris MF Paul Scholes
23 Bendera Inggris MF Tom Cleverley
24 Bendera Skotlandia MF Darren Fletcher
25 Bendera Inggris MF Nick Powell
26 Bendera Jepang MF Shinji Kagawa
27 Bendera Italia FW Federico Macheda
28 Bendera Belanda DF Büttner
33 Bendera Portugal FW Bébé

Pemain tim utama yang dipinjamkan

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

No. Pos. Nama
Bendera Inggris GK Ben Amos (di Hull City sampai 30 Juni 2013)[25][26]
No. Pos. Nama
Bendera Brasil DF Fábio (di Queens Park Rangers sampai 30 Juni 2013)[27]

Kapten klub

Waktu Nama Catatan
1878–1896 Tidak diketahui
1896–1903 Bendera Inggris Harry Stafford Kapten pertama Manchester United
1904–1907 Bendera Skotlandia Jack Peddie
1907–1913 Bendera Inggris Charlie Roberts
1913–1919 Bendera Inggris George Stacey
1919–1922 Bendera Inggris George Hunter
1922–1928 Bendera Inggris Frank Barson
1928–1932 Bendera Inggris Jack Wilson
1932–1936 Bendera Inggris Hugh McLenahan
1936–1939 Bendera Inggris Jimmy Brown
1939–1946 Tidak ada Tidak ada sepak bola ketika Perang Dunia Kedua dan stadion Old Trafford hancur dibom tentara Jerman
1946–1953 Bendera Republik Irlandia Johnny Carey Kapten pertama yang berasal dari luar Inggris Raya dan kapten pertama MU di Maine Road
1953–1954 Bendera Inggris Allenby Chilton Kapten selama 1 musim setelah Johnny Carey pensiun.
1954–1958 Bendera Inggris Roger Byrne Meninggal dunia pada tahun 1958 Tragedi Munich Air
1958–1962 Bendera Inggris Bill Foulkes
1962-1967 Bendera Inggris Noel Cantwell
1967–1973 Bendera Inggris Bobby Charlton Kapten dengan Rekor Penampilan terbanyak sepanjang sejarah MU
1973–1979 Bendera Skotlandia Martin Buchan
1979–1982 Bendera Irlandia Utara Sammy McIlroy
1982–1994 Bendera Inggris Bryan Robson Kapten terlama sepanjang sejarah United
1994–1996 Bendera Inggris Steve Bruce
1996–1997 Bendera Perancis Eric Cantona Kapten pertama di MU yang berakhir pensiun
1997–2005 Bendera Republik Irlandia Roy Keane Memenangkan lebih banyak trofi dibandingkan kapten United lainnya
2005–2008 Bendera Wales Ryan Giggs
2008-2010 Bendera Inggris Gary NevilleI Kapten pertama yang lahir di Manchester Raya sejak Roger Bryne.
2010- Bendera Serbia Nemanja Vidic Kapten pertama asal Eropa Timur.

Pemain terkenal

Untuk pemain terkenal, lihat: Daftar Pemain Manchester United.

Pengurus klub

Manchester United Limited

  • Chairman: Joel Glazer & Avram Glazer
  • Direktur: Bryan Glazer, Kevin Glazer, Edward Glazer & Darcie Glazer
  • Pimpinan Eksekutif: David Gill
  • Chief Operating Officer: Michael Bolingbroke
  • Direktur Komersial: Richard Arnold

Klub sepak bola Manchester United

  • Direktur: David Gill, Michael Edelson, Sir Bobby Charlton, Maurice Watkins
  • Sekretaris Klub: Ken Ramsden
  • Asisten Sekretaris Klub: Ken Merrett

Staf tim senior

  • Sekretaris Perusahaan: Patrick Stewart
  • Asisten Sekretaris Perusahaan: Ken Ramsden
  • Direktur Komunikasi: Phil Townsend
  • Direktur Komersial: Ben Hatton
  • Direktur Pemasaran: vacant
  • Direktur Servis Finansial: Steve Falk
  • Direktur Finansial dan TI: Steve Deaville
  • Direktur Fasilitas: Clive Snell

Staf kepelatihan dan medis

  • Manajer: Sir Alex Ferguson
  • Asisten Manajer: Mike Phelan
  • Pelatih Tim Utama: René Meulensteen
  • Pelatih Kiper: Eric Steele
  • Pelatih Kebugaran: Tony Strudwick
  • Pelatih Fisik: Mick Clegg
  • Manajer Tim Cadangan: Warren Joyce
  • Pelatih Tim Cadangan: Warren Joyce
  • Pimpinan Pencari Bakat: Jim Lawlor
  • Pimpinan Pencari Bakat Eropa: Martin Ferguson
  • Direktur Akademi: Brian McClair
  • Direktur Sepak Bola Muda: Jimmy Ryan

Staf Kepelatihan Akademi

  • Asisten Direktur untuk usia 17–21 tahun: Paul McGuinness
  • Asisten Direktur untuk usia 9–16 tahun: Tony Whelan
  • Pelatih Kepala U-18: Paul McGuinness
  • Pelatih Kepala U-16: Mark Dempsey
  • Pelatih Kepala U-12: Tony Whelan
  • Pelatih Kepala U-10: Eamon Mulvey
  • Pelatih Pengembangan Teknik: René Meulensteen
  • Pelatih Kiper: Richard Hartis
  • Pelatih Akademi: Eddie Leach, Tommy Martin, Mike Glennie & Andy Welsh

Staf Medis

  • Dokter Tim: Dr. Steve McNally
  • Asisten Dokter Tim: Dr. Tony Gill
  • Ahli fisioterapi Tim Utama: Rob Swire
  • Ahli fisioterapi Tim Cadangan: Neil Hough
  • Ahli fisioterapi Akademi Senior: Mandy Johnson
  • Ahli fisioterapi Akademi: John Davin & Richard Merron
  • Pemijat: Gary Armer & Rod Thornley
  • Pengatur Makanan Tim: Trevor Lea

Daftar pelatih

Waktu Nama Catatan
1878–1892 Tidak Diketahui
1892–1900 Bendera Inggris A. H. Albut
1900–1903 Bendera Inggris James West
1903–1912 Bendera Inggris J. Ernest Mangnall
1912–1914 Bendera Inggris John Bentley
1914–1922 Bendera Inggris Jack Robson
1922–1926 Bendera Inggris John Chapman
1926–1927 Bendera Inggris Lal Hilditch
1927–1931 Bendera Inggris Herbert Bamlett
1931–1932 Bendera Inggris Walter Crickmer
1932–1937 Bendera Skotlandia Scott Duncan Manajer pertama dari luar Inggris
1937–1945 Bendera Inggris Walter Crickmer
1945–1969 Bendera Skotlandia Matt Busby Manajer pertama setelah Perang Dunia II dan manajer dengan jabatan terpanjang
1969–1970 Bendera Inggris Wilf McGuinness
1970–1971 Bendera Skotlandia Matt Busby
1971–1972 Bendera Republik Irlandia Frank O’Farrell Manajer pertama dari luar Inggris Raya
1972–1977 Bendera Skotlandia Tommy Docherty
1977–1981 Bendera Inggris Dave Sexton
1981–1986 Bendera Inggris Ron Atkinson
1986–sekarang Bendera Skotlandia Alex Ferguson Manajer dengan trofi terbanyak; Manajer terlama yang melatih MU setelah Sir Matt Busby

Pemasok Kostum dan Sponsor

Pemasok Kostum

Sponsor

Prestasi

Domestik

Liga

Piala

  • FA Cup.pngPiala FA: 11
    • 1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004
  • Carling.pngPiala Carling: 4
    • 1991-92, 2005-06, 2008-09, 2009-10
  • CommunityShield.pngFA Charity/Community Shield: 19 (4 kali juara bersama)
    • 1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965*, 1967*, 1977*, 1983, 1990*, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011. (* juara bersama)

Eropa

Internasional

FIFA Club World Cup.svg

Perlindungan dari anon

Catatan kaki

  1. ^ Pemilik Manchester United yang pertama
  2. ^ St. Bernard akhirnya menjadi maskot MU yang pertama dari tahun 1902-1906
  3. ^ Hingga 1992, divisi teratas persepak bolaan Inggris adalah Divisi Satu
  4. ^ Divisi Dua menjadi Divisi Satu setelah Liga Premier (Utama) dibentuk.
Perlindungan dari anon

Rujukan

Kutipan

  1. ^ “Manchester United Football Club”. Premier League. Diakses pada 24 Juni 2010.
  2. ^ Morgan (2010), pp. 44–48.
  3. ^ Bartram, Steve, “OT100 #9: Record gate “, (ManUtd.com (Manchester United)), 19 November 2009. Diakses pada 3 Desember 2010.
  4. ^ Manchester United win 11th FA Cup. CBC, 22 Mei 2004. Diakses pada 12 Agustus 2007.
  5. ^ Murphy, Alex (2006). “1878-1915: From Newton Heath to Old Trafford”. The Official Illustrated History of Manchester United. London: Orion Books. hlm. pp14. ISBN 0-75287-603-1.
  6. ^ Man Utd’s turbulent business history, Bill Wilson, 29 Juni 2005. Dipublikasikan oleh BBC News. Diakses pada 8 Juni 2007.
  7. ^ Murphy, Alex (2006). “1878-1915: From Newton Heath to Old Trafford”. The Official Illustrated History of Manchester United. London: Orion Books. hlm. pp16. ISBN 0-75287-603-1.
  8. ^ 1958: United players killed in air disaster. BBC News. Diakses pada 12 Agustus 2007.
  9. ^Cantona crown’s United’s season of Double delight “, (The Telegraph). Diakses pada 11 Desember 2006.
  10. ^ a b “United crowned kings of Europe”. BBC News. Diakses pada 11 Agustus 2008.
  11. ^ a b “Man United stands alone”. Sports Illustrated. Diakses pada 11 Agustus 2008.
  12. ^ “Two down, one to go”. Sports Illustrated. Diakses pada 11 Agustus 2008.
  13. ^ “Other News in Soccer vin 1999”. Diakses pada 11 Agustus 2008.
  14. ^ “G-14’s members”. G14.com. Diakses pada 12 September 2006.
  15. ^Ruud accuses Ferguson of betrayal “, (BBC Sport), 2006-09-07. Diakses pada 11 Desember 2006.
  16. ^Seven wonders of sublime United dazzle and destroy helpless Roma “, (The Guardian), 2007-04-11.
  17. ^ Caroline Cheese (2007-05-02). “AC Milan 3-0 Man Utd (Agg: 5-3)”. BBC Sport. Diakses pada 28 Mei 2007.
  18. ^ Manchester United 4-3 Europe XI, Situs Resmi Manchester United F.C., 13 Maret 2007.
  19. ^ “Grey day for Manchester United”. BBC.co.uk. Diakses pada 28 Mei 2007.
  20. ^ Anthony Thomas (2007-01-03). “Excuses, excuses, excuses”. Black-and-amber.co.uk. Diakses pada 28 Mei 2007.
  21. ^ “A to Z of Manchester United – R”. ManUtdZone.com. Diakses pada 3 Agustus 2007. “Pada tahun 1960-an klub Salford Rugby mengadakan tur di Perancis dengan memakai kemeja merah dan kemudian dikenal dengan julukan “The Red Devils”. Manager Sir Matt Busby menyukai julukan itu, dan ia berpikir bahwa lambang setan jahat lebih mengintimidasi lawan dari lambang bayi malaikat.”
  22. ^ “Manchester United kits”. prideofmanchester.com. Diakses pada 28 Mei 2007.
  23. ^ Manchester United 2011 USA Tour
  24. ^ “First Team”. ManUtd.com (Manchester United). Diakses pada 8 Agustus 2012.
  25. ^ Thompson, Gemma, “Amos relishes Hull loan “, (ManUtd.com (Manchester United)), 20 Juli 2012. Diakses pada 20 Juli 2012.
  26. ^ Marshall, Adam, “Amos signs off with draw “, (ManUtd.com (Manchester United)), 21 Juli 2012. Diakses pada 21 Juli 2012.
  27. ^ Bartram, Steve, “Fabio joins QPR on loan “, (ManUtd.com (Manchester United)), 2 Juli 2012. Diakses pada 2 Juli 2012.

Bibliografi

  • Andrews, David L., ed (2004). Manchester United: A Thematic Study. London: Routledge. ISBN 0-415-33333-4.
  • Barnes, Justyn; Bostock, Adam; Butler, Cliff; Ferguson, Jim; Meek, David; Mitten, Andy; Pilger, Sam; Taylor, Frank OBE et al. (2001) [1998]. The Official Manchester United Illustrated Encyclopedia (edisi ke-3rd). London: Manchester United Books. ISBN 0-233-99964-7.
  • Bose, Mihir (2007). Manchester Disunited: Trouble and Takeover at the World’s Richest Football Club. London: Aurum Press. ISBN 1-84513-121-5.
  • Crick, Michael; Smith, David (1990). Manchester United – The Betrayal of a Legend. London: Pan Books. ISBN 0-330-31440-8.
  • Devlin, John (2005). True Colours: Football Kits from 1980 to the Present Day. London: A & C Black. ISBN 0-7136-7389-3.
  • Dobson, Stephen; Goddard, John (2004). “Ownership and Finance of Professional Soccer in England and Europe”. di dalam Fort, Rodney; Fizel, John. International Sports Economics Comparisons. Westport, CT: Praeger Publishers. ISBN 0-275-98032-4.
  • Dunning, Eric (1999). Sport Matters: Sociological Studies of Sport, Violence and Civilisation. London: Routledge. ISBN 978-0-415-09378-1.
  • Hamil, Sean (2008). “Case 9: Manchester United: the Commercial Development of a Global Football Brand”. di dalam Chadwick, Simon; Arth, Dave. International Cases in the Business of Sport. Oxford: Butterworth-Heinemann. ISBN 978-0-7506-8543-6.
  • Inglis, Simon (1996) [1985]. Football Grounds of Britain (edisi ke-3rd). London: CollinsWillow. ISBN 0-00-218426-5.
  • James, Gary (2008). Manchester: A Football History. Halifax: James Ward. ISBN 978-0-9558127-0-5.
  • Morgan, Steve (March 2010). McLeish, Ian. ed. “Design for life”. Inside United (Haymarket Network) (212). ISSN 1749-6497.
  • Murphy, Alex (2006). The Official Illustrated History of Manchester United. London: Orion Books. ISBN 0-7528-7603-1.
  • Rollin, Glenda; Rollin, Jack. Sky Sports Football Yearbook 2008–2009. London: Headline Publishing Group. ISBN 978-0-7553-1820-9.
  • Shury, Alan; Landamore, Brian (2005). The Definitive Newton Heath F.C. SoccerData. ISBN 1-899468-16-1.
  • Tyrrell, Tom; Meek, David (1996) [1988]. The Hamlyn Illustrated History of Manchester United 1878–1996 (edisi ke-5th). London: Hamlyn. ISBN 0-600-59074-7.
  • White, Jim (2008). Manchester United: The Biography. London: Sphere. ISBN 978-1-84744-088-4.
  • White, John (2007) [2005]. The United Miscellany (edisi ke-2nd). London: Carlton Books. ISBN 978-1-84442-745-1.
By Asmi Akbar